Polisi AS temukan bahan pembuat bom di rumah tersangka penembakan Dallas

Sumber gambar, Facebook
Bahan-bahan pembuat bom, sejumlah pucuk senapan, amunisi, dan catatan pertempuran ditemukan di kediaman Micah Johnson, tersangka pelaku penembakan di Kota Dallas, Amerika Serikat.
Kepolisian Dallas mengatakan Johnson adalah seorang veteran tentara berusia 25 tahun. Dia tewas bunuh diri ketika aparat mengepungnya di gedung parkir dekat kampus El Centro.
Johnson diduga menembak mati lima polisi dan mencederai tujuh polisi lainnya saat unjuk rasa menentang aksi penembakan terhadap warga kulit hitam oleh polisi. Dua warga sipil juga cedera dalam insiden tersebut. Salah seorang di antara mereka menjalani operasi akibat luka tembak di kaki.
- <link type="page"><caption> Tersangka penembak polisi di Dallas tewas bunuh diri </caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/07/160708_dunia_as_dallas_tersangka" platform="highweb"/></link>
- <link type="page"><caption> Lima polisi AS tewas ditembak, tersangka pelaku klaim punya bom </caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/07/160708_dunia_as_dallas_lima_polisi" platform="highweb"/></link>
- <link type="page"><caption> Video 'penembakan' warga kulit hitam AS picu unjuk rasa</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/07/160706_dunia_amerika_tembak" platform="highweb"/></link>

Sumber gambar, AP
Wali Kota Dallas, Mike Rawlings, mengatakan aparat meyakini Johnson adalah “pelaku tunggal”. “Kami sekarang yakin kota dalam keadaan aman,” ujar Rawlings.
Menurut Rawlings, Johnson diberikan pilihan “menyerah tanpa disakiti atau tetap bertahan.” Johnson, tambah Rawlings, memilih opsi kedua.
Kepala Kepolisian Dallas, David Brown, mengatakan tersangka menyampaikan pesan kepada juru runding bahwa dia ingin membunuh warga kulit putih, khususnya polisi kulit putih, karena marah atas aksi penembakan baru-baru ini terhadap warga kulit hitam oleh polisi. Dia merujuk pada peristiwa kematian dua warga kulit hitam,Philando Castile di Minnesota danAlton Sterling di Louisiana.

Sumber gambar, Reuters
Brown menuturkan bahwa tersangka tidak berafiliasi dengan kelompok manapun dan dia tidak memiliki catatan pelanggaran hukum sebelumnya.
Sebelumnya, polisi menahan tiga orang yang dicurigai sebagai pelaku penembakan. Polisi juga sempat meyakini sedikitnya ada dua penembak jitu yang mengincar polisi.
Sementara itu, Presiden AS Barack Obama menyebut serangan di Dallas “serangan yang keji, penuh perhitungan, dan memuakkan terhadap aparat penegak hukum”.
Obama, yang tengah menghadiri pertemuan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) di Polandia, memerintahkan pengibaran bendera setengah tiang di semua gedung pemerintah.
Keterangan Gedung Putih menyebutkan Obama akan mempersingkat kunjungan ke luar negeri untuk melawat ke Dallas.
Obama, lanjut keterangan itu, akan terus berupaya menyatukan rakyat untuk mendukung polisi dan komunitas dan mencari titik temu dengan mendiskusikan ide-ide kebijakan demi menangani ketimpangan ras dalam sistem hukum pidana.









