Bom tewaskan 125 orang, Irak umumkan hari berkabung nasional

Sumber gambar, AP
Pemerintah Irak mengumumkan tiga hari berkabung nasional setelah serangan bom di ibu kota Baghdad yang telah menewaskan sedikitnya 125 orang dan melukai sekitar 150 orang.
Sebuah truk yang dipenuhi bahan peledak diledakkan di distrik Karrada saat warga setempat berbelanja pada liburan akhir Ramadhan.
Tim penolong mengatakan ada sebuah keluarga yang seluruhnya tewas dan kebanyakan korban terbakar akibat ledakan tersebut.
Kelompok yang menamakan dirinya Negara Islam atau dulu disebut ISIS mengaku bertanggungjawab atas serangan bom bunuh diri ini.

Sumber gambar, Reuters
Perdana Menteri Irak Haider al-Abadi, yang mengunjungi lokasi ledakan kedua di wilayah Syiah, disambut amarah oleh warga setempat.
- <paragraph> <link type="page"><caption> Korban serangan bom ISIS di Baghdad bertambah</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/07/160703_dunia_bagdad_bomb" platform="highweb"/></link></paragraph>
- <link type="page"><caption> Serangan bom ISIS tewaskan sedikitnya 79 orang di Baghdad</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/07/160703_dunia_bom_isis_irak" platform="highweb"/></link>
- <paragraph> <link type="page"><caption> Bom bunuh diri guncang pabrik gas di Baghdad, belasan tewas</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/05/160515_dunia_bombunuhdiri_baghdad" platform="highweb"/></link></paragraph>
Memahami kemarahan
Kantor perdana menteri kemudian mengumumkan hari berkabung nasional selama tiga hari, dan memahami kemarahan warga tersebut.

Sumber gambar, AFP
Sampai Minggu malam, tim penolong terus bekerja membersihkan puing-puing dan reruntuhan gedung serta terus mencari jasad korban.
Bom - paling mematikan dalam setahun - diledakkan pada sekitar Sabtu malam sepekan setelah pasukan Irak menguasai kembali kota Falluja dari cengkeraman ISIS.
Sejumlah laporan menyebutkan paket bom itu diletakkan di dekat pusat pertokoan terkenal al-Hadi Centre.
Adapun bom kedua - menewaskan lima orang - diledakkan di wilayah utara ibu kota Irak, Baghdad, yang dipadati warga Syiah.









