Demonstran Syiah duduki parlemen Irak

Para pendukung ulama Moqtada al-Sadr berkumpul di sekitar gedung parlemen Irak di Zona Hijau Kota Baghdad.

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar, Para pendukung ulama Moqtada al-Sadr berkumpul di sekitar gedung parlemen Irak di Zona Hijau Kota Baghdad.

Ribuan pendukung ulama Syiah, Moqtada al-Sadr, berkemah di luar gedung parlemen Irak di Baghdad setelah menembus pengamanan Zona Hijau, kawasan yang paling dijaga ketat di kota tersebut.

Sampai dini hari tadi, ribuan orang tampak duduk-duduk di rumput dan berbaring di dalam tenda dekat parlemen.

Beberapa jam sebelumnya, mereka merubuhkan sebagian tembok pengaman yang mengelilingi Zona Hijau, menerobos masuk gedung parlemen, dan menguasainya. Hal tersebut mereka lakukan sebagai ungkapan kekecewaan lantaran para anggota parlemen kembali gagal mencapai kuorum untuk membentuk pemerintahan baru.

Gedung parlemen Irak diduduki demonstran Syiah pendukung Al-Sadr.

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Gedung parlemen Irak diduduki demonstran Syiah pendukung Al-Sadr.
Suasana gedung parlemen Irak saat demonstran Syiah mendudukinya.

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Suasana gedung parlemen Irak saat demonstran Syiah mendudukinya.

Berbagai kantor berita melaporkan para demonstran melempari kendaraan-kendaraan yang diduga membawa para anggota parlemen dari gedung wakil rakyat itu. Adapun di dalam gedung, para demonstran menduduki kursi parlemen dan berfoto.

Walau aparat keamanan sempat menembakkan gas air mata, situasi kini tenang di Zona Hijau. Para anggota kelompok milisi pendukung ulama Moqtada al-Sadr, Saraya al-Salam, turut membantu mengembalikan ketertiban.

  • <link type="page"><caption> PM Irak bersumpah untuk menumpas ISIS pada 2016</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/12/151229_dunia_irak_isis" platform="highweb"/></link>
  • <link type="page"><caption> PM Irak ungkap usaha mengatasi korupsi</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/08/150809_dunia_irak_korupsi" platform="highweb"/></link>
  • <link type="page"><caption> Pemerintahan baru Irak disetujui di tengah usaha atasi ISIS</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2014/09/140908_irak_pemerintah" platform="highweb"/></link>

Kabinet teknokrat

Ribuan demonstran berkumpul di Zona Hijau setelah menerobos barikade.

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar, Ribuan demonstran berkumpul di Zona Hijau setelah menerobos barikade.

Sebelumnya, dalam pidato yang disiarkan stasiun televisi, Al-Sadr mengingatkan Perdana Menteri Haider al-Abadi untuk segera menunjuk para menteri teknokrat, yang tidak berafiliasi dengan partai manapun.

Keberadaan para menteri teknokrat, menurut Al-Sadr, penting karena mereka dipastikan memiliki kemampuan bekerja dan bukan sekadar figur yang ditempatkan di kursi menteri oleh partai koalisi. Al-Sadr mewanti-wanti bahwa pemerintah akan jatuh jika reformasi tidak dilaksanakan.

“Pilih (pejabat) korup dan kuota (jabatan menteri) dihilangkan atau pemerintah dijatuhkan dan tiada seorang pun akan diberi pengecualian. Hari ini saya memihak rakyat, bukan siapapun, dan memboikot semua politisi, kecuali mereka yang menginginkan reformasi dengan segala transparansi dan kejujuran. Saya menunggu pemberontakan massa dan revolusi besar untuk menghentikan laju kaum korup,” kata Al-Sadr.

Barikade Zona Hijau dirubuhkan para demonstran.

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Barikade Zona Hijau dirubuhkan para demonstran.

Sesaat setelah Al-Sadr muncul di televisi, gelombang massa bermunculan menuju Zona Hijau di Baghdad.

Salah satu demonstran, Ali Mohammed, mengaku berang lantaran para politisi gagal membentuk pemerintahan baru. Karena itu, mereka datang ke gedung parlemen untuk menegaskan hak rakyat.

“Rakyat telah datang ke tempat yang tepat, untuk berkuasa atas diri mereka. Rakyat kini menggelar demonstrasi di dalam parlemen. Tuntutan kami yang sah dan satu-satunya adalah membubarkan pemerintah dan menggantinya dengan kabinet independen yang terdiri dari figur-figur teknokrat,” kata Mohammed sebagaimana dikutip kantor berita Reuters.

Perdana Menteri Haider al-Abadi mulai berkuasa sejak 2014. <link type="page"><caption> Dia berjanji untuk memberantas korupsi</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/08/150809_dunia_irak_korupsi" platform="highweb"/></link> dan meredam ketegangan sektarian, namun sejauh ini dia dipandang gagal membentuk kabinet berisi menterui-menteri non-partai.

Ulama Syiah, Moqtada al-Sadr.

Sumber gambar, Getty

Keterangan gambar, Ulama Syiah, Moqtada al-Sadr.

Siapa Moqtada al-Sadr?

Al-Sadr adalah seorang ulama Syiah yang sangat terkenal di Irak, negara yang 51% umat muslimnya mengaku pemeluk Syiah (sesuai dengan hasil survei Pew Research Centre pada 2011).

Pria yang selalu tampil bersorban itu membentuk kelompok milisi bernama ‘Tentara Mahdi’ yang tersohor setelah Amerika Serikat menginvasi Irak pada 2003. Kelompok tersebut kerap menggelorakan sentimen anti-AS dan pengikutnya tak jarang bentrok dengan pasukan AS.

Sebuah perintah penangkapan terhadap Al-Sadr dirilis pada 2004, sehubungan dengan pembunuhan seorang ulama.

Kelompok milisinya juga dituduh melakukan penyiksaan dan pembunuhan terhadap ribuan umat Sunni pada kurun waktu 2006-2007. Al-Sadr kemudian melarikan diri ke Iran.

Pada 2011, Al-Sadr kembali ke Irak dengan sikap dan kalimat yang lebih moderat. Sejak saat itu dia menyerukan persatuan dan perdamaian di Irak.