Sedikitnya 50 tewas dalam tiga bom di Baghdad

Baghdad

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar, Serangan di al-Shaab diyakini dilakukan oleh pengebom bunuh diri perempuan.

Tiga serangan bom di ibu kota Irak, Baghdad, menewaskan lebih dari 50 orang dan melukai sekitar 100 lainnya, seperti diungkapkan kepolisian setempat.

Satu ledakan bom diyakini dilakukan oleh pengebom bunuh diri perempuan dengan sasaran sebuah pasar di al-Shaab, sebelah utara Baghdad, yang banyak dihuni umat Syiah.

Kelompok militan yang menamakan diri Negara Islam atau ISIS mengaku melaksanakan serangan itu. Mereka menganggap ajaran Syiah sebagai bidah.

  • <link type="page"><caption> Bom bunuh diri guncang pabrik gas di Baghdad, belasan tewas</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/05/160515_dunia_bombunuhdiri_baghdad" platform="highweb"/></link>
  • <link type="page"><caption> Bom tewaskan banyak warga Irak di distrik berpenduduk Syiah</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/05/160511_dunia_irak_syiah" platform="highweb"/></link>

Bom lainnya menghantam kawasan timur Kota Sadr dan satu lagi meledak di antara para pedagang di wilayah al-Rasheed.

Baghdad

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Rangkaian bom bunuh diri ISIS dilihat sebagai perubahan strateginya.

Militan ISIS juga berada di belakang tiga serangan bom mobil di Baghdad pada Jumat (13/05), yang menewaskan 93 orang, dan dalam serangan di pabrik gas, Minggu (15/05), dengan korban sedikitnya 14 jiwa.

Baghdad

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, ISIS sering menjadikan umat Syiah di Irak sebagai sasaran serangan.

Para pengamat berpendapat bahwa rangkaian bom bunuh diri yang dilakukan ISIS sepertinya menjadi pertanda perubahan strategi, setelah mereka kehilangan wilayah yang dikuasai dengan gerak maju pasukan propemerintah Irak, yang mendapat dukungan dari serangan udara pasukan koalisi pimpinan Amerika Serikat.

Serangan terbaru ini terjadi di tengah-tengah kebuntuan krisis politik, dengan penolakan parlemen atas upaya perombakan kabinet sebagai bagian dari gerakan antikorupsi.

Perdana Menteri Haider al-Abadi sudah memperingatkan bahwa kebuntuan itu menghambat upaya melawan ISIS, yang masih menguasai sejumlah kawasan di Irak utara dan barat.