Kepolisian Afghanistan 'lakukan kekerasan seksual' pada anak-anak

Polisi Afghanistan

Sumber gambar, Getty Images

Keterangan gambar, Seorang pejabat kepolisian di Uruzgan, Seddiqullah (kiri) khawatir atas penggunaaan 'budak seks' di untuk menyerang polisi.

Presiden Afghanistan, Ashraf Ghani, memerintahkan penyelidikan resmi tentang tuduhan bahwa terjadi kekerasan seksual yang sudah melembaga terhadap anak-anak laki-laki di sebagian tubuh kepolisian.

Dalam pernyataan yang dikeluarkan pada Selasa (28/06) Ghani berjanji orang-orang yang melanggar akan diganjar hukuman setimpal.

"Presiden memerintahkan penyelidikan menyeluruh dan tindakan segera akan diambil berdasarkan hasil penyelidikan," demikian pernyataan yang dikeluarkan oleh istana presiden.

  • <link type="page"><caption> Taliban menjarah kekayaan Afghanistan</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/06/160606_dunia_afghanistan_taliban" platform="highweb"/></link>
  • <link type="page"><caption> Wartawan AS tewas dihantam artileri di Afghanistan</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/06/160606_dunia_wartawan_tewas_afghanistan" platform="highweb"/></link>
  • <link type="page"><caption> Afghanistan benarkan tewasnya pemimpin Taliban</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/05/160522_dunia_afghanistan_mansour" platform="highweb"/></link>

Janji presiden ini dikeluarkan setelah muncul laporan kantor berita Prancis, AFP, bahwa kelompok militan Taliban menggunakan anak-anak laki-laki untuk menyusupi tubuh kepolisian.

Ashraf Ghani

Sumber gambar, Getty

Keterangan gambar, Presiden Ashraf Ghani berkata semua yang terlibat dalam dugaan kekerasan seksual terhadap anak-anak akan diadili.

Di Afghanistan terdapat tradisi yang disebut 'bacha bazi' yang artinya 'anak laki-laki main', yaitu menggunakan anak-anak laki-laki sebagai pasangan seksual orang-orang berpengaruh.

Praktik itu -yang oleh sebagian media disebut sebagai perbudakan seks- kemudian digunakan oleh Taliban untuk menyusupi kepolisian dengan menggunakan anak-anak tersebut.

Kantor berita AFP melaporkan anak-anak diperintahkan untuk menjadi pasangan seksual para anggota kepolisian Afghanistan dan kemudian melancarkan serangan dari dalam. Serangan-serangan semacam ini diketahui telah menewaskan ratusan anggota polisi di Uruzgan, sebuah provinsi terpencil di bagian selatan.

Namun Taliban membantah tudingan itu.