Mesir batalkan penyerahan pulau kepada Arab Saudi

mesir

Sumber gambar, AP

Keterangan gambar, Lebih 150 orang dipenjara dalam kaitannya dengan unjuk rasa menentang penyerahan pulau kepada Arab Saudi.

Seorang hakim Mesir membatalkan keputusan pemerintah terkait penyerahan dua pulau di Laut Merah kepada Arab Saudi.

Presiden Mesir, Abdul Fattah al-Sisi, mengumumkan kembalinya pulau Tiran dan Sanafir ke pemerintah Arab Saudi pada bulan April, saat dikunjungi Raja Salman.

  • <link type="page"><caption> Demonstrasi di Mesir menentang 'penyerahan' pulau ke Saudi</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/04/160415_dunia_mesir_demo" platform="highweb"/></link>
  • <link type="page"><caption> Fatwa pelarangan makan di tempat umum timbulkan kontroversi di Mesir</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/06/160617_trensosial_fatwa_ramadan_mesir" platform="highweb"/></link>

Keputusan hari Selasa (22/06) belum final dan masih bisa ditolak pengadilan yang lebih tinggi.

Tiran dan Sanafir adalah pulau yang tidak dihuni manusia di Teluk Aqaba.

Keputusan Presidan Sisi pada bulan April untuk menyerahkan kekuasaan pulau-pulau tersebut memicu unjuk rasa meluas dan kecaman.

Lebih 150 orang dipenjara dalam kaitannya dengan unjuk rasa menentang kesepakatan tersebut, meskipun sebagian dari mereka kemudian dibebaskan atau hukuman mereka dikurangi setelah mengajukan banding.

Dia terpaksa membela keputusannya dengan mengatakan tempat tersebut memang milik Arab Saudi.

Pasukan Mesir ditempatkan di pulau tersebut sejak tahun 1950 atas permintaan Arab Saudi.

Tetapi para pengecamnya menolak cara Sisi mengembalikannya karena dipandang melanggar konstitusi.