Demonstrasi di Mesir menentang 'penyerahan' pulau ke Saudi

Mesir demo

Sumber gambar, AP

Keterangan gambar, Demonstrasi menentang Al-Sisi terjadi sesudah salat Jumat.

Polisi Mesir menembakkan gas air mata kepada puluhan demonstran yang berkumpul menentang keputusan pemerintah menyerahkan dua pulau di Laut Merah kepada Arab Saudi.

Protes jalanan dilarang di Mesir dan tetap berlangsung sekali pun sudah ada peringatan dari Kementerian Dalam Negeri untuk menghentikannya.

Oleh para pemrotes dan pihak oposisi, Al-Sisi dituduh menyerahkan dua pulau itu, Tiran dan Sanafir, sebagai imbalan dari penanaman modal yang dilakukan oleh Arab Saudi di Mesir.

Namun pemerintah Mesir menyatakan bahwa pulau itu memang merupakan milik Arab Saudi dan selama ini disewakan kepada Mesir.

  • <link type="page"><caption> Mesir minta ekstradisi terduga pelaku pembajakan EgyptAir</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/03/160330_dunia_mesir_ekstradisi.shtml" platform="highweb"/></link>
  • <link type="page"><caption> Pengadilan Mesir cabut izin praktek dokter pelaku sunat perempuan</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/02/160226_dunia_mesir_dokter_sunat_perempuan.shtml" platform="highweb"/></link>
  • <link type="page"><caption> Mesir penjarakan warga Kristen Koptik karena ejek Islam</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/02/160225_dunia_mesir_islam.shtml" platform="highweb"/></link>

Kantor berita AP melaporkan protes terjadi sejak bubar salat Jumat di kota Giza yang merupakan kembaran ibu kota Kairo.

Mereka membawa spanduk bertuliskan "Tanah adalah kehormatan"serta mengutuk penyerahan pulau tersebut.

Beberapa lagi menggunakan kesempatan protes ini untuk menuntut mundur pemerintahan yang berkuasa.

Protes ini merupakan protes yang cukup penting sejak Jenderal Abdul Fattah Al-Sisi berkuasa di negeri itu.

Protes terjadi karena kesepakatan pemberian ini berlangsung secara tidak transparan.