Mesir minta ekstradisi terduga pelaku pembajakan EgyptAir

Sumber gambar, EPA
Mesir meminta Siprus untuk mengekstradisi pria yang dituduh membajak sebuah pesawat pada hari Selasa (29 Maret), kata jaksa Mesir.
Seif al-Din Mustafa, yang digambarkan pejabat Siprus mengalami masalah kejiwaan, menggunakan ikat pinggang bunuh diri palsu saat membajak pesawat EgyptAir dan memaksakan penerbangan ke Larnaca.
- <link type="page"><caption> Pembajak pesawat EgyptAir gunakan sabuk bunuh diri palsu</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/03/160330_dunia_pembajak_sabuk_palsu" platform="highweb"/></link>
- <link type="page"><caption> Pembajak EgyptAir menyerahkan diri </caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/03/160329_dunia_pembajakan_egyptair" platform="highweb"/></link>
Jaksa Mesir mengatakan Mustafa seharusnya diserahkan sesuai dengan traktat ekstradisi bilateral tahun 1996.
Dia masih dipenjara Siprus selama delapan hari.
Kemungkinan dakwaan yang akan diterimanya adalah pembajakan udara, penculikan dan tindakan mengancam.
Mustafa tidak berbicara di ruang pengadilan, tetapi dia memberikan isyarat kemenangan saat dibawa polisi.
Pembajakan yang dilakukan Mustafa, 58 tahun, diduga didorong pertikaian dirinya dengan mantan istrinya yang tinggal di Siprus.
Pemerintah Siprus mengatakan pembajakan tersebut tidak ada hubungannya dengan terorisme.









