Pembajak pesawat EgyptAir gunakan sabuk bunuh diri palsu

EgyptAir

Sumber gambar, Interior ministry of Egypt

Keterangan gambar, Petugas memeriksa pelaku pembajakan di bandara di Alexandria, Mesir.

Seorang warga Mesir yang membajak pesawat domestik untuk mendarat di Siprus menggunakan sabuk bom bunuh diri palsu, seperti disampaikan seorang pejabat.

Di dalam pesawat EgyptAir pembajak mengatakan dia menggunakan sabuk berisi bahan peledak dan memaksa pesawat untuk mendarat di Lacarna.

Gambar yang dirilis oleh Kementerian Dalam Negeri Mesir menunjukkan pria itu melewati beberapa pemeriksaan keamanan di bandara Borg El Arab Alexandria.

Rekaman video kamera pengawas yang dirilis oleh kementerian dalam negeri menunjukkan dua petugas keamanan menggeledah Mustafa dan memasukan sebuah tas melalui mesin X-ray.

Menteri pariwisata Mesir bersikukuh telah memastikan prosedur keamanan di bandara "telah dijalankan secara penuh" sebelum pesawat Egyptair MS181 terbang dari bandara.

  • <link type="page"><caption> Pesawat Mesir dibajak, mendarat di Siprus</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/03/160329_dunia_siprus_pesawat_mesir" platform="highweb"/></link>
  • <link type="page"><caption> Pembajakan pesawat EgyptAir 'tak terkait dengan terorisme'</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/03/160329_dunia_egyptair_penumpang" platform="highweb"/></link>

Wartawan BBC Youssef Taha mengatakan Mesir telah meningkatkan keamanan di bandara setelah pesawat Metrojet 9268 milik Rusia meledak di Sinai pada Oktober lalu.

Meski demikian, koresponden BBC mengatakan pengecekan di bandara seringkali tidak konsisten, karena banyak penumpang VIP dan anggota parlemen yang menolak untuk diperiksa dan petugas bandara serta maskapai penerbangan tidak mengikuti seluruh prosedur pemeriksaan.

EgyptAir

Sumber gambar, EPA

Keterangan gambar, Drama berakhir dengan seluruh penumpang dibebaskan di bandara Larnaca tanpa mengalami cedera dan pelaku pembajakan menyerahkan diri.

Drama berakhir dengan seluruh penumpang dibebaskan di bandara Larnaca tanpa mengalami cedera dan pelaku pembajakan menyerahkan diri.

Motif pembajakan masih belum diketahui tetapi presiden Siprus mengatakan kejadian ini tidak ada kaitannya dengan terorisme.

Pejabat Siprus mengungkapkan identitas pejabat sebagai Seif Eldin Mustafa dan mengatakan dia "secara psikologis tidak stabil".

Menteri Luar Negeri Ioannis Kasoulides mengatakan Mustafa awalnya meminta agar diijinkan untuk berbicara dengan mantan istrinya yang merupakan warga negara Siprus, yang dibawa ke bandara oleh polisi, sebelum mengajukan permintaan yang "membingungkan".

Kantor berita AP melaporkan polisi di Kairo telah meminta keterangan kepada kerabat Mustafa.