Eks atlit AS dinyatakan bersalah atas kasus perkosaan

Brandon Vandenburg menghadapi setidaknya tuntutan pidana penjara 15 tahun penjara.

Sumber gambar, AP

Keterangan gambar, Brandon Vandenburg menghadapi setidaknya tuntutan pidana penjara 15 tahun penjara.

Seorang mantan atlit di Amerika Serikat dinyatakan bersalah setelah dia terbukti mendorong teman-temannya ikut memperkosa seorang perempuan yang tengah berkencan dengan dirinya.

Brandon Vandenburg, yang berusia 23 tahun, adalah mantan mahasiswa Universitas Vanderlit di Tennessee, AS.

Tahun lalu, dia pernah menjalani persidangan bersama teman satu timnya, Corey Batey, namun hasil sidang tidak dapat dipakai karena salah satu anggota juri pernah menjadi korban pemerkosaan.

Dalam persidangan ulang, juri membutuhkan waktu empat jam untuk menyatakan Vandenberg bersalah. Dia juga dinyatakan bersalah atas tindakan fotografi yang melanggar hukum.

  • <paragraph> <link type="page"><caption> Perkosaan beramai-ramai mengguncang Brasil</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/05/160527_dunia_brasil_perkosaan" platform="highweb"/></link></paragraph>
  • <paragraph> <link type="page"><caption> Katie Koestner: Dunia tidak percaya saya diperkosa teman kencan sendiri</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2016/06/160607_majalah_kisah_katie_koestner" platform="highweb"/></link></paragraph>
  • <link type="page"><caption> Kasus perkosaan di AS 'mengejutkan'</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2011/12/111214_uswoman" platform="highweb"/></link>

Empat mantan mahasiswa atlit lainnya dihukum atas kasus ini, namun hanya dua di antara mereka yang dituduh atas pemerkosaan dan tindakan kekerasan atas seorang perempuan.

Corey Batey disidang kembali April lalu. Keduanya sekarang menghadapi tuntutan minimal 15 tahun penjara.

Kontroversi Stanford

Putusan ini muncul di tengah kontroversi hukuman enam bulan yang diberikan ke mahasiswa atlit lainnya, Brock Turner, atas serangan seksual seorang perempuan yang tak sadarkan diri di Universitas Stanford.

Tim pengacara Vandenburg membantah jika dia terlalu mabuk untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Namun rekaman CCTV menunjukkan jika terdakwa membawa korban masuk ke kamar hotel bersama beberapa teman satu timnya.

Persidangan juga menunjukkan video dan foto-foto vulgar yang diambil oleh mereka dengan telepon selular. Pengacara Vandenburg mengakui di persidangan jika gambar-gambar yang diambil tersebut “menggelisahkan”.

Korban, yang saat itu mahasiswa ilmu syaraf berusia 21 tahun, bersaksi tidak memiliki ingatan apapun atas kejadian tersebut.

Menurut Jaksa penuntut, korban dibawah pengaruh obat bius.

Orang-orang kemudian membandingkan putusan kasus Stanford dengan tuntutan minimal yang dihadapi Vandenburg dan Batey.

Dmitry Gorin, pengacara kriminal asal Los Angeles dan mantan Jaksa khusus di tindak kejahatan seksual, mengatakan kepada Associated Press: “Memang terlihat seperti tidak adil, namun saya akan berkomentar seperti ini."

“Terhadap kasus kejahatan seksual, fakta sangat penting, detil sangat penting, dan hukum akan memberi hukujan sesuai dengan apa yang dapat dibuktikan.

“Di kasus Stanford, mereka tak dapat membuktikan itu sebagai pemerkosaan.”