Kelompok militan Kurdi akui serangan Istanbul

Sumber gambar, AP
Militan Kurdi mengaku bertanggung jawab atas serangan bom mobil di Istanbul, Selasa 7 Juni, yang menewaskan tujuh perwira polisi dan empat warga sipil.
Kelompok yang menamakan diri Elang Kebebasan Kurdistan, TAK, menyatakan serangan dilakukan sebagai balas dendam atas operasi militer Turki di wilayah tenggara negara itu, yang dikuasai Kurdi.
- <link type="page"><caption> Kembali diserang, turisme di Istanbul 'kian terpuruk'</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/06/160607_dunia_istanbul_turisme" platform="highweb"/></link>
- <link type="page"><caption> Serangan Istanbul tak bisa dimaafkan Presiden Erdogan</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2016/06/160607_dunia_istanbul_bom" platform="highweb"/></link>
TAK memperingatkan para wisatawan asing bahwa Turki bukanlah negara yang aman untuk dikunjungi.
"Kami kembali memperingkatkan para wisatawan asing yang berada di Turki atau berencana datang ke Turki. Orang asing bukanlah sasaran kami tetapi Turki sudah bukan lagi negara yang aman bagi mereka. Kami baru saja memulai perang," seperti tertulis dalam pernyataan TKA.
Kelompok yang merupakan sempalan Partai Pekerja Kurdistan, PKK -yang sudah dilarang pemerintah Turki- juga mengaku berada di balik dua serangan di ibukota Ankara yang menewaskan belasan orang pada Februari dan Maret.
"Aksi dilakukan untuk membalas semua serangan biadab republik Turki di Nusaybin, Sirnak, dan tempat-tempat lain."
Daerah-daerah yang disebut itu merupakan tempat maraknya perang antara militer dengan pemberontak Kurdi.





