Kembali diserang, turisme di Istanbul 'kian terpuruk'

Istanbul

Sumber gambar, Getty

Keterangan gambar, Kerusakan nyata terlihat di lokasi kejadian di Istandul akibat ledakan bom dengan sasaran kendaraan polisi.

Serangan keempat di Istanbul, Turki, pada tahun ini dikhawatirkan akan menyebabkan sektor pariwisata di negara tersebut makin terpuruk.

"Ini buruk sekali ... buruk bagi turisme, bagi dunia usaha Turki," kata Nurhan Kaya, salah seorang saksi mata ledakan di Istanbul, hari Selasa (07/06) kepada BBC.

Dalam insiden terbaru ledakan bom diarahkan ke bus polisi, menewaskan 11 orang lebih dari 30 orang lainnya mengalami luka-luka.

  • <link type="page"><caption> Presiden Erdogan: Serangan di Istanbul tak termaafkan</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2016/06/160607_dunia_istanbul_bom" platform="highweb"/></link>
  • <link type="page"><caption> Keputusan parlemen Jerman membuat Turki 'marah'</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/06/160602_dunia_jerman_turki.shtml" platform="highweb"/></link>

Ledakan begitu hebat sehingga membuat jendela kaca beberapa bangunan di dekat lokasi kejadian hancur.

Bom diledakkan ketika bus polisi tengah melewati hotel, yang tak banyak dihuni tamu seiring dengan menurunnya jumlah wisatawan ke Turki dalam beberapa waktu terakhir.

"Sangat menakutkan, saya pikir ada gempa ... beberapa kawan mengira halilintar. Suara keras ledakan masih berdengung di telinga saya," ungkap Kaya.

Hingga Selasa malam waktu setempat empat orang telah ditahan namun belum ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab.

Wartawan BBC di Istanbul, Mark Lowen, mengatakan kecurigaan langsung tertuju ke milisi Kurdi PKK, setelah kelompok ini meledakkan kendaraan polisi di Ankara belum lama ini.

Dua ledakan sebelumnya di Istanbul, dengan sasaran wisatawan asing, dituduhkan ke kelompok yang menamakan diri Negara Islam (ISIS).

Saat mengunjungi korban, Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan mengatakan serangan ini tak termaafkan.

"Makanya kita akan terus berjuang, tanpa kenal lelah, tanpa rasa takut, melawan para teroris ini," kata Presiden Erdogan.