Keputusan parlemen Jerman membuat Turki 'marah'

Binali Yildirim

Sumber gambar, Getty

Keterangan gambar, PM Binali Yildirim menggambarkan resolusi parlemen Jerman sebagai 'tak masuk akal'.

Parlemen Jerman mengadopsi resolusi hari Kamis (02/06) yang menyatakan bahwa pembunuhan terhadap orang-orang Armenia oleh Turki pada era kekhalifahan Usmani adalah genosida.

Pembunuhan oleh tentara Turki tersebut terjadi pada Perang Dunia Pertama.

  • <link type="page"><caption> Dinyatakan ejek Erdogan, eks ratu kecantikan Turki dijatuhi hukuman percobaan</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2016/05/160531_majalah_turki_ratu.shtml" platform="highweb"/></link>
  • <link type="page"><caption> Presiden Turki: KB bertentangan dengan Islam</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/05/160530_dunia_turki_kb_islam.shtml" platform="highweb"/></link>

Turki sudah memperingatkan parlemen Jerman untuk tidak meloloskan resolusi, dengan mengatakan resolusi semacam ini hanya akan mengganggu hubungan kedua negara.

Perdana Menteri Turki, Binali Yildirim, menggambarkannya sebagai tindakan yang irasional.

Armenia mengatakan 1,5 juta orang dibunuh secara sistematis oleh tentara Turki 100 tahun lalu.

Turki menolak jumlah tersebut dan menolak jika pembunuhan ini dilakukan secara sistematis.

Pemerintah di Ankara juga membantah telah melakukan pembersihan etnis.

Pemungutan suara di parlemen dilangsungkan ketika Kanselir Angela Merkel tengah merundingkan masalah krisis pengungsi di Uni Eropa dengan Turki.