PKK Kurdi siap tingkatkan perang melawan Turki

Gerakan PKK pemberontak Kurdi mengatakan kepada BBC bahwa mereka siap meningkatkan perang melawan Turki karena Ankara berusaha memaksa mereka untuk menyerahkan diri.
Pemimpin Partai Pekerja Kurdisan (PKK), Cemil Bayik, mengatakan Presiden Recep Tayyip Erdogan 'meningkatkan perang ini'.
"Kurdi akan membela diri habis-habisan, selama ini adalah pendekatan Turki -sudah pasti PKK akan meningkatkan perang," katanya.
- <link type="page"><caption> PM Turki tetap kunjungi Diyarbakir di tengah ancaman bom</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/04/160401_dunia_turki_pkk" platform="highweb"/></link>
- <link type="page"><caption> Bom bunuh polisi di Diyarbakir, Turki</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/03/160331_dunia_turki_bom" platform="highweb"/></link>
Dalam perkembangan terpisah, seorang penasehat Erdogan menyatakan pemerintah menolak berunding dengan PKK.
Penasehat presiden Turki, Ilnur Cevik, mengatakan kepada wartawan BBC, Mark Lowen, bahwa PKK 'berusaha mendirikan negara terpisah di Turki, yang merupakan pemisahan diri'.
Ketika ditanyakan apakah ada kemungkinan dilakukannya perundingan, dia menjawab," Tidak untuk saat ini".
Dia menambahkan Erdogan mendapatkan dukungan dilakukannya operasi militer.
Tetapi komandan militer PKK, Bayik, menegaskan 'tidak ingin memisahkan diri dari Turki dan mendirikan sebuah negara'.
Gencatan senjata selama dua tahun antara Turki dan PKK sudah dilanggar Juli tahun lalu dan sejak saat itu pertarungan antara kedua pihak meningkat, termasuk serangan udara Turki atas pangkalan-pangkalan PKK di Irak utara.









