PM Turki tetap kunjungi Diyarbakir di tengah ancaman bom

Diyarbakir

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Petugas keamanan berjaga dalam kunjungan PM Turki ke kota Diyarbakir.

Perdana Menteri Turki Ahmet Davutoglu tetap mengunjungi kota Diyarbakir di tenggara negeri itu Jumat (01/04) di tengah ancaman serangan yang dilakukan oleh kelompok separatis PKK.

Sehari sebelum kunjungan, PKK melakukan <link type="page"><caption> ledakan dengan menggunakan bom mobil</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/03/160331_dunia_turki_bom.shtml" platform="highweb"/></link>, yang menewaskan tujuh orang petugas polisi dan melukai 27 orang lainnya.

Sayap militer partai tersebut, HPG, mengaku bertanggung jawab terhadap ledakan yang mengincar mobil polisi itu.

  • <link type="page"><caption> Bom bunuh polisi di Diyarbakir, Turki </caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/03/160331_dunia_turki_bom.shtml" platform="highweb"/></link>
  • <link type="page"><caption> AS perintahkan warganya keluar Turki terkait keamanan </caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/03/160329_dunia_turki_amerika.shtml" platform="highweb"/></link>

Serangan tersebut mereka lakukan sebagai balasan dari langkah militer melakukan pembersihan dan pemberlakukan di kota Sur yang berujung bentrok dengan kelompok ini.

Davutoglu

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, PM Ahmet Davutoglu berpidato di hadapan pendukungnya di Diyarbakir.

Menghadapi ancaman tersebut, Davutoglu tetap mengunjungi Diyarbakir menyatakan dirinya 'tidak takut' dengan ancaman tersebut.

Ia sempat menghadiri pemakaman para korban yang tewas.

Sesudahnya, ia ikut serta salat Jumat di luar mesjid raya di kota Diyarbakir.

Kunjungan Davutoglu sendiri dilakukan dengan pengawalan ketat dari pasukan Turki, dan para penembak jitu terlihat di tempat-tempat strategis.

Sejak pertengahan tahun lalu, militer Turki berusaha untuk mengusir kelompok PKK dari pusat kota Diyarbakir, yang berujung pada pecahnya tembak menembak di beberapa lokasi.