Kesepakatan Uni Eropa dan Turki soal migran resmi berlaku

Melalui perjanjian antara Uni Eropa dan Turki, semua migran Suriah yang mencapai daratan Yunani harus dikirim ke Turki jika mereka tidak mengajukan permohonan suaka atau permohonan mereka ditolak.

Sumber gambar, AP

Keterangan gambar, Melalui perjanjian antara Uni Eropa dan Turki, semua migran Suriah yang mencapai daratan Yunani harus dikirim ke Turki jika mereka tidak mengajukan permohonan suaka atau permohonan mereka ditolak.

Kesepakatan antara Uni Eropa dan Turki untuk menangani krisis migran mulai diberlakukan pada Minggu (20/03). Namun, masih ada keraguan dari Yunani soal cara penerapannya.

Melalui perjanjian antara Uni Eropa dan Turki, semua migran Suriah yang mencapai daratan Yunani harus dikirim ke Turki jika mereka tidak mengajukan permohonan suaka atau permohonan mereka ditolak.

Lalu, untuk setiap migran Suriah yang dikirim ke Turki, satu migran Suriah yang telah berada di Turki akan ditempatkan di Uni Eropa.

Untuk menerapkan kesepakatan ini, sebanyak 2.300 ahli, termasuk petugas keamanan, imigrasi, dan penerjemah, akan berdinas di Yunani.

  • <link type="page"><caption> Uni Eropa sepakat menempatkan migran di Turki</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/03/160318_dunia_unieropa_migran" platform="highweb"/></link>
  • <link type="page"><caption> Uni Eropa dan Turki rencanakan 'masuk satu, keluar satu'</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/03/160308_dunia_kesepakatan_pengungsi" platform="highweb"/></link>

Namun, beberapa pejabat Yunani mengatakan tiada satupun ahli yang telah tiba dan kesepakatan belum bisa diterapkan dalam waktu dekat mengingat ada sejumlah rincian yang masih harus dikerjakan.

. Pada tahun ini saja, sebanyak 143.000 orang telah tiba di Eropa dan sekitar 460 orang di antara mereka meninggal dunia.

Sumber gambar, AP

Keterangan gambar, . Pada tahun ini saja, sebanyak 143.000 orang telah tiba di Eropa dan sekitar 460 orang di antara mereka meninggal dunia.

“Rencana seperti ini tidak bisa diterapkan hanya dalam waktu 24 jam,” kata juru bicara imigrasi Yunani, Giorgos Kyritsis, sebagaimana dikutip kantor berita AFP.

Sebelum kesepakatan diberlakukan, pejabat pemerintah Yunani juga mengatakan bahwa sebanyak 1.500 orang menyeberangi Laut Aegea ke kepulauan Yunani pada Jumat (18/03). Jumlah itu berlipat ganda dari jumlah sehari sebelumnya.

Bahkan, menurut laporan kantor berita Turki, Anadolu, seorang bayi perempuan berusia empat bulan meninggal dunia ketika sebuah kapal berisi sejumlah migran tenggelam di lepas pantai Turki beberapa jam sebelum kesepakatan diberlakukan.

Berdasarkan data Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM), sebanyak satu juta migran dan pencari suaka memasuki wilayah Uni Eropa menggunakan perahu dari Turki ke Yunani sejak Januari 2015. Pada tahun ini saja, sebanyak 143.000 orang telah tiba di Eropa dan sekitar 460 orang di antara mereka meninggal dunia.

Pejabat pemerintah Yunani mengatakan bahwa sebanyak 1.500 orang menyeberangi Laut Aegea ke kepulauan Yunani pada Jumat (18/03).

Sumber gambar, AP

Keterangan gambar, Pejabat pemerintah Yunani mengatakan bahwa sebanyak 1.500 orang menyeberangi Laut Aegea ke kepulauan Yunani pada Jumat (18/03).

Butir-butir kesepakatan Uni Eropa dan Turki

  • Semua migran tak berdokumen resmi yang menyeberang dari Turki ke Yunani mulai 20 Maret akan dikirim kembali ke Turki. Setiap migran yang datang akan ditinjau secara menyeluruh oleh aparat Yunani.
  • Untuk setiap migran asal Suriah yang dikembalikan ke Turki, migran Suriah yang telah berada di Turki akan dikirim ke Uni Eropa. Prioritas akan diberikan bagi mereka yang belum mencoba masuk Uni Eropa secara ilegal dan jumlahnya dibatasi hingga 72.000 orang.
  • Warga Turki akan diberikan visa Schengen yang berlaku di semua negara anggota Uni Eropa mulai Juni mendatang.
  • Uni Eropa akan mempercepat dana bantuan sebesar 3 miliar euro (Rp44,2 triliun) ke Turki untuk menolong para migran.
  • Baik Uni Eropa maupun Turki sepakat menyegarkan kembali permintaan Turki untuk bergabung dengan Uni Eropa. Perundingan akan dimulai pada Juli mendatang.