Uni Eropa dan Turki rencanakan 'masuk satu, keluar satu'

Sumber gambar, AFP
Uni Eropa dan Turki sudah menyepakati prinsip-prinsip utama dalam sebuah rencana untuk meringankan krisis migran.
Dalam sebuah rencana yang tengah dibahas di Brussels, semua migran yang datang ke Yunani dari Turki akan dikembalikan.
Untuk setiap warga Suriah yang dipulangkan maka seorang warga Suriah yang sudah ada di Turki akan ditempatkan di Uni Eropa. Turki juga akan mendapat pendanaan tambahan dan kemajuan dalam proses penyatuan dengan Uni Eropa.
- <link type="page"><caption> Uni Eropa minta Turki izinkan pengungsi masuk</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/02/160207_dunia_unieropa_turki" platform="highweb"/></link>
- <link type="page"><caption> Jumlah pengungsi Suriah yang coba masuk Turki berlipat ganda</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/02/160206_dunia_suriah_pengungsi" platform="highweb"/></link>
Meski begitu kesepakatan belum disahkan dan perundingan akan terus berlanjut pada pertemuan Uni Eropa pada 17-18 Maret.
Eropa menghadapi krisis pengungsi terbesar sejak Perang Dunia Kedua. Tahun lalu, lebih dari satu juta orang memasuki Uni Eropa secara ilegal menggunakan perahu, kebanyakan dari Turki menuju Yunani.

Sumber gambar, AFP
Kebanyakan dari mereka adalah warga Suriah, saat ini sudah ada 2,7 juta pengungsi Suriah yang berada di Turki.
Keputusan penting Turki
Presiden Dewan Eropa, Donald Tusk, mengatakan pemimpin di konferensi tingkat tinggi sudah mencapai 'terobosan' dan dia berharap kesepakatan akan tercapai pekan depan.
Namun Kanselir Jerman, Angela Merkel, lebih tegas menyatakan bahwa, "Ini akan jadi terobosan jika tercapai."

Sumber gambar, Reuters
Perdana Menteri Turki, Ahmet Davutoglu, mengatakan Turki sudah mengambil keputusan yang penting untuk 'membatasi migrasi ilegal, mencegah penyelundup manusia, dan membantu orang yang mau datang ke Eropa dengan mendorong migrasi legal'.
Sistem ini dijelaskan kepada BBC oleh juru bicara Komisi Uni Eropa untuk migrasi, Natasha Bertaud, yaitu semua migran yang diselamatkan di perairan Yunani akan dibawa ke sebuah pulau di Yunani untuk pengawasan.
Sedangkan semua migran ekonomi akan dikembalikan ke Turki, tempat mereka akan disaring lagi, dan jika mereka tak memiliki hak untuk 'perlindungan internasional' (yang saat ini hanya meliputi warga Suriah), maka akan dikembalikan ke negara asal.









