Komentari wartawan, presiden baru Filipina dikecam

duterte

Sumber gambar, AFP Getty

Keterangan gambar, Presiden terpilih Filipina, Rodrigo Duterte, berbicara kepada pers bersama-sama anggota kabinetnya.

Presiden terpilih Filipina, Rodrigo Duterte, dikecam media karena mengatakan kebanyakan wartawan yang terbunuh di negaranya memang sudah seharusnya meninggal.

Dia menyampaikan komentarnya itu pada sebuah konferensi pers di kota asalnya, Davao, pada hari Selasa (31 Mei), saat Duterte mengumumkan kabinet baru.

  • <link type="page"><caption> Parlemen: Duterte resmi presiden terpilih Filipina</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/05/160530_dunia_filipina_duterte" platform="highweb"/></link>
  • <link type="page"><caption> Rodrigo Duterte menyatakan menang pilpres Filipina</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/05/160509_dunia_pemilu_filipina" platform="highweb"/></link>

Sejak tahun 1986, 176 wartawan terbunuh di Filipina, menjadikan Filipina sebagai salah satu negara yang paling berbahaya bagi wartawan.

Tetapi Duterte mengatakan kebanyakan dari mereka "melakukan kesalahan".

Mantan wali kota Davao secara resmi dinyatakan sebagai pemimpin baru pada hari Senin (30 Mei) setelah menang meyakinkan pemilihan umum bulan Mei.

Dia akan diambil sumpahnya pada tanggal 30 Juni.

Ketika ditanyakan tingginya jumlah serangan terhadap wartawan, Duterte mengatakan "Anda tidak akan terbunuh jika Anda tidak melakukan kesalahan".

Dia mengutip Jun Pala, seorang wartawan, politikus dan pengecam Duterte yang dibunuh pada tahun 2003.

Duterte mengatakan, "Saya tidak ingin melupakannya tetapi dia bajingan. Dia memang sudah seharusnya mengalami itu."

Serikat wartawan di Filipina menyatakan komentarnya "mengerikan".