Wali Kota yang lontarkan komentar kontroversial diunggulkan pada Pilpres Filipina

Sumber gambar,
Wali Kota Davao, Rodrigo Duterte, diunggulkan untuk memenangi pemilihan umum Filipina yang berlangsung pada Senin (09/05).
Berdasarkan hasil sejumlah jajak pendapat, Duterte menjadi favorit di antara empat kandidat presiden lainnya. Pesaing terdekat Duterte dalam berbagai jajak pendapat tersebut adalah Grace Poe, mantan guru sekolah dan senator di parlemen Filipina.
Selain Grace Poe, kandidat berpeluang lainnya adalah Mar Roxas, mantan banker investasi dan cucu presiden pertama Filipina.
- <link type="page"><caption> Keamanan ditingkatkan untuk pemilihan presiden Filipina</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/05/160508_dunia_filipina_pemilu" platform="highweb"/></link>
- <link type="page"><caption> Bakal calon presiden Filipina minta maaf terkait perkosaan</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/04/160419_dunia_filipina_perkosaan" platform="highweb"/></link>
- <link type="page"><caption> Lelucon capres Filipina tentang pemerkosaan dikecam</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/04/160417_dunia_filipina_duterte" platform="highweb"/></link>

Sumber gambar, AP
Duterte, yang memiliki julukan ‘Digong’, kian populer lantaran komentar-komentar kontroversial, termasuk janjinya untuk membantai pelaku kriminal serta pernyataan bahwa dia harusnya menjadi orang pertama yang memerkosa seorang penginjil asal Australia yang meninggal dunia dalam kerusuhan penjara.
Belakangan, mantan jaksa berjuluk ‘The Punisher’ itu meminta maaf atas pernyataan mengenai pemerkosaan.
Upaya kalahkan Duterte
Presiden Benigno Aquino, yang telah menjabat selama enam tahun dan akan segera lengser, berupaya untuk menyatukan kandidat-kandidat lain guna mengalahkan Duterte.
Dia memperingatkan rakyat Filipina bahwa jika Duterte terpilih sebagai presiden, negara kepulauan itu akan kembali dikuasai sistem diktator. “Saya perlu bantuan Anda untuk menghentikan kembalinya teror di tanah air kita. Saya tidak bisa melakukannya sendiri,” kata Aquino.
Di samping memilih presiden, rakyat Filipina juga memilih wakil presiden, senator, dan sekitar 18.000 pemimpin daerah.
Pemilu ini diikuti lebih dari 54 juta orang di negara yang terdiri dari 7.000 pulau.
Waktu pemilihan dimulai pada pukul 06.00 dan berakhir pada pukul 17.00 waktu setempat.
Namun, kepada GMA news, pejabat komisi pemilihan umum mengatakan pemilu mungkin diperpanjang di beberapa tempat karena masalah dengan peralatan elektronik untuk nemilih.









