Bocornya data pemilih tidak pengaruhi pemilu Filipina

Manila

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar, Data pemilih yang diretas termasuk nama anggota keluarga pemilih.

Komisi Pemilihan Umum Filipina mengatakan bocornya data pribadi sekitar 55 juta pemilih tidak mempengaruhi pemilihan presiden bulan depan.

Juru bicara komisi, James Jimenez, mengatakan kepada BBC bahwa penghitungan suara otomatis akan dilakukan dengan menggunakan mesin komputer yang berbeda dari yang diretas.

Sementara itu seorang pria berusia 23 tahun sudah ditangkap di Manila, Kamis (21/04) dengan tuduhan meretas data pribadi para pemilih.

  • <link type="page"><caption> Bakal calon presiden Filipina minta maaf terkait perkosaan</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/04/160419_dunia_filipina_perkosaan" platform="highweb"/></link>
  • <link type="page"><caption> Data pemilih Filipina dibocorkan peretas</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/04/160411_dunia_filipina_pemilu" platform="highweb"/></link>
  • <link type="page"><caption> Kekerasan bayangi pemilu Filipina</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2010/05/100510_philippinelectionupdate" platform="highweb"/></link>

Diperkirakan ada kelompok peretas lain yang bertanggung jawab dalam mengunggah semua data tesebut ke internet.

Filipina

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar, Lima calon akan bertanding dalam pemilihan presiden pada 9 Mei.

Pemerintah sudah meminta para pemilih mengganti password -atau kata kunci- yang penting untuk melindungi diri sampai semua data pribadi yang bocor itu bisa dicabut dari internet.

"Walau verifikasi yang dibuat sejauh ini memperlihatkan bahwa integritas sistem pemilihan otomatis tidak terkena dampak dari peretasan terbaru, kami memiliki keprihatinan yang sama dengan masyarakat terkait pengaruh buruk dari tindakan itu," kata Jimenez.

Peretasan data pribadi pemilih Filipina terjadi pada akhir Maret, mencakup nama, alamat, bahkan nama keluarga pemilih bersangkutan dan tanda sidik jari.

Kebocoran ini pertama kali ditemukan oleh sebuah perusahaan keamanan internet, Trend Micro, yang berkantor di Jepang.

Rakyat Filipina akan memberikan suara dalam pemilihan presiden pada tanggal 9 Mei, yang diikuti oleh lima calon.