Pengadilan Myanmar bebaskan puluhan aktivis mahasiswa

Ketika para aktivis itu dibebaskan, terlihat adegan emosional ketika mereka bertemu orang tuanya.

Sumber gambar, EPA

Keterangan gambar, Ketika para aktivis itu dibebaskan, terlihat adegan emosional ketika mereka bertemu orang tuanya.

Puluhan aktivis mahasiswa telah dibebaskan dari penjara Myanmar, sehari setelah Aung San Suu Kyi berjanji untuk membebaskan semua tahanan politik.

Suasana bahagia terlihat di kalangan aktivis ketika pengadilan membatalkan tuntutan terhadap 69 aktivis mahasiswas, yang ditahan sejak setahun silam.

Bagaimanapun, diperkirakan masih ada sedikitnya 400 tahanan politik yang masih mendekam di balik jeruji besi.

Aung San Suu Kyi, pemimpin partai yang memerintah di Myamnar, mengatakan pembebasan tahanan politik yang masih tersisa terkendala akibat proses hukum yang masih berjalan.

  • <link type="page"><caption> Pemerintah Myanmar akan bebaskan semua tahanan politik</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/04/160407_dunia_myanmar_tahanan" platform="highweb"/></link>
  • <link type="page"><caption> Htin Kyaw dilantik sebagai presiden baru Myanmar</caption><url href="" platform="highweb"/></link>

Akibatnya, tahanan politik itu tidak akan dibebaskan sampai liburan tahun baru Burma berakhir pada 10 hari ke depan.

Protes reformasi pendidikan

Ketika para aktivis itu dibebaskan, terlihat adegan emosional ketika mereka bertemu orang tuanya. Mereka menangis, bernyanyi dan menari.

Para aktivis mahasiswa itu ditangkap selama protes terhadap reformasi pendidikan pada Maret tahun lalu.

Suasana bahagia terlihat di kalangan aktivis ketika pengadilan membatalkan tuntutan terhadap 69 aktivis mahasiswas, yang ditahan sejak setahun silam.

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar, Suasana bahagia terlihat di kalangan aktivis ketika pengadilan membatalkan tuntutan terhadap 69 aktivis mahasiswas, yang ditahan sejak setahun silam.

Keluarga aktivis itu berkumpul di luar penjara dan pengadilan pada hari Jumat, berharap agar orang yang mereka cintai itu dibebaskan.

Liga Nasional Demokrasi atau NLD, yang dipimpin Suu Kyi, telah memenangkan 80% dari kursi yang diperebutkan dalam pemilu tahun lalu, sekaligus mengakhiri puluhan tahun kekuasaan militer.

Namun, seperempat dari kursi parlemen secara otomatis dipegang oleh militer, yang artinya mereka tetap memiliki pengaruh besar.

Suu Kyi sendiri pernah menjadi tahanan politik selama rezim militer berkuasa, seperti yang banyak dialami anggota partai NLD lainnya.