Pemerintah Myanmar akan bebaskan semua tahanan politik

Myanmar

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar, Myo Myat San (kiri) dan Thaw Zin Tun (kanan) yang menunggu pengadilan di balik pagar berduri.

Pemimpin partai yang memerintah di Myamnar, Aung San Suu Kyi, mengatakan mereka akan mengupayakan pembebasan semua tahanan politik dalam waktu dua pekan.

Pengumuman ini merupakan yang pertama dia sampaikan sebagai 'penasehat negara', yang mirip dengan jabatan perdana menteri.

Walau partainya -Liga Nasional Demokrasi atau NLD- meraih kemenangan dalam pemilihan umum tahun lalu, Suu Kyi dilarang menjadi presiden berdasarkan konstitusi. Presiden yang ditunjuk parlemen adalah Htin Kyawa, yang merupakan orang dekat Suu Kyi.

  • <link type="page"><caption> Htin Kyaw dilantik sebagai presiden baru Myanmar</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/03/160330_dunia_presiden_myanmar_dilantik" platform="highweb"/></link>
  • <link type="page"><caption> Aung San Suu Kyi berniat berada "di atas presiden"</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/11/151105_dunia_suu_kyi_diatas_presiden" platform="highweb"/></link>

Kebijakan pemerintah baru ini bisa berdampak dengan pembebasan 500 tahanan dari penjara maupun mereka yang masih menunggu pengadilan.

Myanmar

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar, Diperkirakan sekitar 400 tahanan menanti pengadilan, termasuk Honey Oo (kiri) dan Phyo Phyo Aung (kanan).

Suu Kyi sendiri merupakan mantan tahanan politik dan mengatakan bahwa pembebasan tapol sebagai prioritas pemerintah.

Ratusan orang sudah dibebaskan dalam beberapa tahun belakangan sebagai bagian dari proses reformasi politik yang mengakhiri rezim militer di Myanmar.

Namun beberapa orang juga ditangkap dan ada yang hanya karena menggelar unjuk rasa tanpa izin.

Pernyataan pemerintah tidak menyebutkan berapa orang yang akan dibebaskan namun diperkirakan terdapat sekitar 100 tahanan politik yang masih mendekam di penjara sementara sekitar 400 lainnya, termasuk mahasiswa, sedang menunggu pengadilan.