Calon menteri keuangan Myanmar bergelar PhD palsu

Kyaw Win

Sumber gambar, AP

Keterangan gambar, Kyaw Win mengaku sudah menghentikan penggunaan gelar doktor-nya.

Partai Liga Nasional untuk Demokrasi, NLD, sudah harus membela diri setelah calon menteri keuangan dituduh mendapatkan gelar akademis palsu.

Kasus yang menimpa Kyaw Win -yang ditunjuk menjadi menteri keuangan Selasa (22/03)- terungkap setelah daftar riwayat hidupnya diumumkan ke khalayak umum.

Dalam riwayat hidupnya disebutkan bahwa dia mendapat gelar PhD dari sebuah universitas yang menjual ijazah dari Pakistan yang terlibat dalam skandal penipuan akademis di internet.

  • <link type="page"><caption> Aung San Suu Kyi menjadi menteri dalam kabinet baru Myanmar</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/03/160322_dunia_suu_kyi_masuk_kabinet" platform="highweb"/></link>
  • <link type="page"><caption> Myanmar pilih presiden baru, 'hubungan dengan Indonesia semakin intensif'</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/03/160314_dunia_myanmar_indonesia_hubungan" platform="highweb"/></link>
  • <link type="page"><caption> Ditangkap karena 'menjual ijazah palsu' lewat internet</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2015/05/150527_majalah_ijazah" platform="highweb"/></link>

Wartawan BBC di Myanmar, Jonah Fisher, melaporkan berdasarkan riwayat hidupnya, Kyaw Win meraih gelar doktor dari Brooklyn Park University di Amerika Serikat.

Aung San Suu Kyi

Sumber gambar, EPA

Keterangan gambar, Partai NLD pimpinan Aung San Suu Kyi meraih kemenangan besar dalam pemilu 2015.

Namun universitas itu tidak pernah ada walau pernah muncul di internet sampai koran New York Times melakukan investigasi dan menemukan skandal penjualan gelar lewat internet tersebut.

Ketika ditanya koran Myanmar Times, pria berusia 68 tahun itu mengakui gelarnya palsu dan dia sudah menghentikan penggunaan gelar Dr. walau pemantauan cepat di situs internet Linked in pada Rabu 23 Maret memperlihatkan gelar Dr. masih ada.

Wartawan kami menghubungi juru bicara partai NLD pimpinan Aung San Suu Kyi tersebut yang menjawab, "Itu tidak masalah" dan menutup sambungan telepon.

Pemerintah baru Myanmar -hasil pemilihan umum November lalu yang dimenangkan NLD- akan dilantik pekan depan.