Pascaserangan bom, sebagian bandara di Brussels 'siap dibuka' kembali

Sumber gambar, AP
Bandara Brussels siap dibuka kembali sebagian setelah serangan bom yang mematikan, tetapi penerbangan tidak akan dibuka sampai setidaknya Jumat malam.
Bandara Zaventem ditutup sejak 22 Maret ketika dua pelaku serangan bom bunuh diri meledakkan diri mereka di ruang keberangkatan.
Dalam pernyataannya, operator bandara mengatakan area keberangkatan hanya akan dioperasikan sekitar 20% dari kapasitas normal.
Pengumuman dilakukan beberapa hari setelah uji coba terhadap sistem check in sementara di bandara Zaventem.
- <link type="page"><caption> Pembom Brussels menargetkan PM Belgia?</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/03/160330_dunia_belgia_bom.shtml" platform="highweb"/></link>
- <link type="page"><caption> Abdeslam 'pelaku' bom Paris dapat diekstradisi</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/03/160331_dunia_paris_abdeslam.shtml" platform="highweb"/></link>
"Perusahaan bandara Brussels telah menerima ijin dari layanan pemadam kebakaran dan Otoritas Penerbangan Sipil Belgia untuk kembali menerima penumpang pesawat di bandara," jelas pernyataan tersebut.
"Secara teknis bandara siap untuk kembali menerima penumpang pesawat dengan infrastuktur untuk check-in".
"Bagaimanapun, otoritas belum memutuskan waktu pembukaan kembali bandara. Sampai Jumat malam tidak ada penumpang pesawat dari Bandara Brussels."
Pernyataan itu menyebutkan sistem sementara dapat menerima 800 penumpang yang akan terbang setiap jamnya, jauh lebih sedikit dari jumlah normal.
"Langkah akhir untuk membuka kembali butuh persetujuan politik secara resmi. Saat ini, sudah diputuskan bahwa tidak akan ada penumpang sampai Jumat malam."
Sebelumnya kepala eksekutif Arnaud Feist mengatakan pada awal pekan ini, pembukaan kembali bandara akan butuh waktu satu bulan.
Serangan di bandara dan bom bunuh diri di stasiun kereta bawah tanah di Brussels yang menewaskan 32 orang dan ratusan orang terluka.
Kelompok yang menyebut dirinya Negara Islam mengaku melakukan pengeboman.









