Polisi Belgia bentrok dengan pendemo Brussels

Sumber gambar, EPA
Polisi Belgia menembakkan meriam air untuk membubarkan kelompok besar pengunjuk rasa yang memasuki secara paksa sebuah lapangan di pusat kota Brussels.
Mereka memasuki Place de la Bourse sementara sejumlah orang sedang memberikan penghormatan di tempat peringatan para korban serangkaian serangan mematikan hari Selasa (22 Maret).
Polisi huru hara campur tangan untuk berusaha mengembalikan ketertiban umum setelah kelompok tersebut sempat menantang perempuan-perempuan Muslim di kerumunan, melakukan salam Nazi dan bersorak.
- <link type="page"><caption> Seorang pria didakwa kasus terorisme terkait serangan Brussels</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/03/160324_dunia_brussels_terdakwa" platform="highweb"/></link>
- <link type="page"><caption> Operasi keamanan pascaserangan Brussels</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/laporan_khusus/lapsus_serangan_brussels" platform="highweb"/></link>
Serangan di bandara Brussels dan metro menewaskan 28 orang.
"Pawai menentang ketakutan" yang direncanakan pada hari Minggu dibatalkan setelah pemerintah mengatakan hal ini akan semakin membebani polisi yang sedang melakukan penyelidikan.
Polisi Belgia juga melakukan 13 penggerebekan dan penangkapan baru untuk ditanyai pada hari Minggu sebagai bagian dari penyeledikan serangan.
Seorang pria yang ditahan pihak Belgia dilaporkan telah didakwa terkait serangan di Paris.





