Kota kuno Palmyra ternyata ‘tidak sepenuhnya’ hancur

Sumber gambar, AFP
Foto-foto terbaru dari situs Palmyra bermunculan usai pasukan Suriah merebut kembali kota kuno tersebut dari kelompok yang menyebut diri mereka Negara Islam atau ISIS.
Meskipun beberapa monumen hancur, ternyata masih banyak bagian dari Situs Warisan Dunia Unesco tersebut yang masih utuh.

Sumber gambar, AFP
Kepala Situs Purbakala Suriah, Maamoun Abdulkarim mengungkapkan sebelumnya pihaknya telah menyiapkan diri “untuk kondisi terburuk”.
Namun, kepada media AFP, Abdulkarim menyebut “secara umum Palmyra dalam kondisi yang baik”.

Sumber gambar, AFP Getty

Sumber gambar, Reuters
Presiden Bashar al-Assad menegaskan perebutan kembali Palmyra dari ISIS sebagai “pencapaian penting” dalam “perang melawan terorisme”.
Pemerintah Suriah menyatakan saat ini militernya dalam “kendali penuh” atas Palmyra, setelah beberapa hari terakhi menggempurkan serangan yang didukung Rusia.
Presiden Rusia Vladimir Putin pun disebut telah mengucapkan selamat kepada Assad.
Kremlin mengatakan Presiden Assad mengakui operasi di Palmyra “tidak akan mungkin berhasil tanpa bantuan Rusia”.

Sumber gambar, Reuters

Sumber gambar, AFP
ISIS menguasai situs Palmyra dan kota modern di sekelilinya pada Mei 2015. Aksi tersebut disusul pembunuhan terhadap salah seorang arkeolog yang telah menjaga situs itu selama lebih dari 40 tahun.
Secara geografis, Palmyra terletak di persimpangan strategis yang menghubungkan ibukota Suriah, Damaskus dan kota di timur Suriah yang diperebutkan pihak-pihak yang berkonflik, Deir al-Zour.

Sumber gambar, AFP
Ketika menguasai Palmyra, ISIS menghancurkan sejumlah situs, di antaranya dua kuil kuno berusia 2.000 tahun, sebuah gerbang dan menara-menara makam.
ISIS, yang juga telah menghancurkan sejumlah peninggalan pra-Islam di Irak, mengkalim situs-situs tersebut berhala.

Sumber gambar, AFP

Sumber gambar, EPA
Badan Pemerhati HAM Suriah, sebuah organisasi asal Inggris, menyatakan setidaknya 400 tentara ISIS tewas dalam pertarungan memperebutkan Palmyra.
Pada pernyataan resmi Sabtu lalu, kementerian pertahanan Rusia menyatakan serangan yang mereka lakukan, menyasar 158 target terkait ISIS dan menewaskan lebih dari 100 militan.









