Jadi kepala staf presiden, Lula tak diadili hakim federal

Luiz Inacio Lula da Silva

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar, Lula da Silva dituduh dengan penyucian uang karena tidak mengungkapkan kepemilikan sebuah vila mewah.

Mantan presiden Brasil, Luiz Inacio Lula da Silva, akan menjadi kepala staf Presiden Dilma Rousseff.

Jabatan itu akan membuat Lula tidak bisa diadili oleh hakim federal, yang sedang menyelidiki skandal korupsi lewat yang disebut sebagai Operasi Membersihkan Mobil.

Berdasarkan undang-undang Brasil, maka anggota kabinet hanya bisa diadili oleh Mahkamah Agung.

  • <link type="page"><caption> Akan ditahan terkait kasus korupsi, mantan presiden Brasil jadi menteri</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/03/160315_dunia_brasil_lula_menteri" platform="highweb"/></link>
  • <link type="page"><caption> Warga Brasil gelar aksi menuntut mundur Presiden Rousseff</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/03/160313_dunia_protes_rousseff" platform="highweb"/></link>
  • <link type="page"><caption> Diduga korupsi, eks presiden Brasil Lula da Silva ditahan</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/03/160304_dunia_brasil_lula" platform="highweb"/></link>

Lula diperiksa dua pekan lalu terkait dengan tuduhan penyucian uang karena tidak mengungkapkan kepemilkan sebuah vila mewah di kawasan wisata eksklusif.

Mantan presiden Brasil yang populer ini sudah membantah tuduhan yang dianggapnya bermotif politik.

Rousseff dan Lula

Sumber gambar, AP

Keterangan gambar, Dilma Rousseff dan Lula da Silva memiliki hubungan baik selama beberapa dekade.

Presiden Rousseff merupakan penerus yang ditunjuk oleh Lula dan keduanya memiliki hubungan yang baik selama beberapa dekade.

Lula sudah mengatakan akan mempertimbangkan untuk mencalonkan diri lagi dalam pemilihan presiden tahun 2018.

Unjuk rasa warga Brasil

Sumber gambar, Getty

Keterangan gambar, Warga Brasil di beberapa kota menggelar aksi menuntut Presiden Rousseff mundur.

Skandal korupsi perusahaan minyak nasional, Petrobas, disebut-disebut melibatkan sejumlah politisi dan ikut menyeret Presiden Rousseff karena terjadi ketika dia memimpin perusahaan tersebut.

Hari Minggu 13 Maret, warga Brasil di beberapa kota turun ke jalan untuk menuntut pengunduran dirinya bersamaan dengan upaya beberapa anggota Kongres Brasil untuk mengajukan tuntutan pengunduran diri atasnya.