Manajer kampanye Presiden Dilma diburu terkait korupsi

Sumber gambar, Reuters
Polisi Brasil mengeluarkan surat penangkapan manajer kampanye Presiden Dilma Roussef, Joao Santana, terkait tuduhan korupsi.
Kepala Kepolisian Brasil, Filipe Pace, mengatakan Santana dan istrinya menerima sekitar Rp93 triliun dari sebuah perusahaan konstruksi, Odebrecht, di sejumlah rekening yang tidak diungkapkan di Panama.
Santana, yang dilaporkan berada di Republik Dominika, belum memberikan komentar.
Dia merupakan manajer kampanye yang dianggap berhasil saat pencalonan Presiden Roussef dan presiden sebelumnya, Luiz Inacio Lula da Silva.
Surat penangkaan ini merupakan langkah terbaru polisi dalam penyelidikan besar atas suap dan korupsi di perusahaan minyak negara, Petrobras.

Sumber gambar, Reuters
Odebrecht merupakan salah satu perusaan yang paling banyak mendapat keuntungan dari kontrak-kontrak dengan Petrobras sepanjang dekade lalu.
Awal Februari, salah seorang <link type="page"><caption> mantan direktur perusahaan Petrobras, Jorge Zelada, diganjar hukuman 12 tahun penjara</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/02/160201_majalah_brasil_petrobas" platform="highweb"/></link> setelah terbukti bersalah melakukan pencucian uang dan korupsi.
Skandal korupsi di Petrobras menjadi perhatian <link type="page"><caption> meluas masyarakat Brasil yang beberapa kali menggelar aksi unjuk rasa,</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/04/150413_brasil" platform="highweb"/></link> yang sempat menuntut agar Presiden Dilma Rouseff mundur karena dugaan korupsi terjadi ketika Rouseff menjadi pimpinan di Petrobras.
Jaksa penuntut menduga sebagian dari uang tersebut mengalir ke dana kampanye Partai Pekerja dan sekutunya, namun dibantah oleh para terpidana maupun pihak partai.
Penyelidikan atas skandal Petrobras ini telah berlangsung selama dua tahun dengan lebih dari 100 orang ditahan, antara lain politikus, mantan pejabat Petrobras, dan beberapa pengusaha.










