Mantan presiden Brasil diselidiki dalam dugaan korupsi

Sumber gambar, AFP
Kejaksaan Brasil sudah memulai penyelidikan resmi atas dugaan 'menjual pengaruh' yang dilakukan mantan Presiden Luiz Ignacio da Silva.
Bulan Mei, jaksa di ibu kota Brasilia mengatakan ia sedang mengkaji apakah mantan presiden itu menggunakan secara tidak benar pengaruhnya di luar negeri untuk perusahaan teknologi, Oderbrecht.
Juru bicara untuk yayasan milik mantan presiden itu, Lula Foundation, mengatakan pihaknya selama ini sudah bekerja sama secara menyeluruh dengan kejaksaan.
"Kami tenang. Lembaga Lula yakin dengan transpransi dan keabsahan dari kegiatan-kegiatan mantan Presiden Lula," jelas Jose Chrispiniano kepada media.
Dugaan 'menjual pengaruh' itu, menurut kantor kejaksaan, terjadi pada masa 2011 hingga 2014, setelah Lula tidak menjabat presiden lagi namun masih memiliki pengaruh yang kuat di Brasil maupun di panggung internasional.
Penyelidikan ini ditempuh sebulan setelah pimpinan Oderbrecht -salah satu perusahaan terbesar di Amerika Latin- ditangkap karena terlibat dalam skandal korupsi atas perusahaan minyak negara, Petrobas.
Skandal korupsi di Petrobas menjadi perhatian <link type="page"><caption> masyarakat Brasil yang beberapa kali menggelar aksi unjuk rasa.</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/04/150413_brasil" platform="highweb"/></link>
Mereka berpendapat para politikus Brasil terlibat dan beberapa pemrotes menuntut agar Presiden Dilma Rouseff mundur karena dugaan korupsi terjadi ketika Rouseff menjadi pimpinan di Petrobas.











