Ribuan orang dukung pembunuh gubernur Punjab

pendukung Qadri

Sumber gambar, GETTY

Keterangan gambar, Sebagian radikal di Pakistan justru mendukung Qadri, polisi yang membunuh Gubernur Punjab dengan alasan agama.

Ribuan orang di Pakistan berunjuk rasa memprotes eksekusi hukuman gantung terhadap seorang polisi pengawal pembunuh seorang gubernur.

Mumtaz Qadri disambut sebagai pahlawan oleh kaum radikal Islam, karena pada tahun 2011 membunuh Salman Taseer, gubernur Punjab yang menentang undang-undang.

Para pendukung Qadri turun ke jalan di Karachi, Lahore, Islamabad dan juga memblokade jalan-jalan menuju Islamabad.

Polisi, termasuk apsukan anti huru hara melakukan penjagaan di sekitar rumah Qadri di Islamabad.

Para pengunjuk rasa membakari ban dan meneriakan slogan-slogan, sekolah ditutup dan pasar-pasar di Islamad dan Rawalpindi ditutup lebih awal, mengantisipasi kemungkinan terjadinya kekerasan. Namun tak terjadi bentrokan berarti.

Pemakaman Qadri akan berlangsung Selasa di dekat Rawalpindi, dan diduga akan dihadiri banyak orang yang mendukungnya..

Amanat agama

Qadri, seorang polisi dengan kualifikasi komando elit dan ditugaskan untuk menjadi pengawal Salman Taseer, menembak mati sang politisi di siang hari bolong di sebuah pasar Islamabad pada bulan Januari 2011.

Mumtaz Qadri

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Mumtaz Qadri dielu-elukan sebagai pahlawan oleh sejumlah kelompok Islam.

Pengadilan, tahun itu juga, menjatuhkan hukuman mati kepadanya.

Ia berdalih, merupakan amanah agamanya untuk membunuh sang menteri, yang merupakan seorang pengecam keras undang-undang penghujatan atau penistaan agama dan pendukung reformasi liberal di Pakistan.

Beberapa tahun belakangan ini pengaruh kelompok-kelompok Islamis makin kuat, dan terkait dnegan sejumlah kasus penistaan agama.

Qadri tidak pernah menyatkan penyesalan atas pembunuhan tersebut.

Beberapa bulan setelah Taseer ditembak mati, Menteri Minoritas Pakistan Shahbaz Bhatti, satu-satunya menteri yang beragama Kristen dalam kabinet, ditembak mati oleh kelompok bersenjata yang menyerang mobilnya.

Bulan Agustus tahun itu juga, anak Salman Taseer, Shahbaz Taseer, diculik di Lahore. Hingga kini, keberadaannya masih belum jelas.