Pakistan gantung pembunuh gubernur anti-UU penistaan

Mumtaz Qadri

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Mumtaz Qadri dielu-elukan sebagai pahlawan oleh sejumlah kelompok Islam.

Pakistan telah menghukum gantung mantan polisi yang menembak mati gubernur Punjab karena penentangannya terhadap undang-undang penghujatan atau penistaan agama, kata para pejabat.

Mumtaz Qadri membunuh Salman Taseer di Islamabad pada tahun 2011, sebuah pembunuhan tingkat tinggi yang mengguncang negara tersebut.

Tapi dia dipuji sebagai pahlawan oleh beberapa kelompok Islam garis keras, dan ribuan pegiat Islam radikal berunjuk rasa untuk menunjukkan dukungan mereka terhadap Qadri pada saat itu.

Setelah berita tentang eksekusinya beredar, para pengunjuk rasa kembali turun ke jalanan melakukan aksi protes.

Pasukan keamanan menetapkan status siaga tingkat tinggi dan mengerahkan petugas dalam jumlah banyak, termasuk polisi antihuru-hara, yang berada di lokasi sekitar rumah Qadri di Islamabad, lapor kantor berita AFP.

Para petugas penjara mengatakan Qadri telah dihukum gantung pada pukul 04:30 waktu setempat (06:30 WIB) di penjara Adiala di Rawalpindi, dekat ibu kota, Islamabad.

Amanat agama

Qadri, seorang polisi dengan kualifikasi komando elit dan ditugaskan untuk menjadi pengawal Salman Taseer, menembak mati sang politisi di siang hari bolong di sebuah pasar Islamabad pada bulan Januari 2011.

Pengadilan, tahun itu juga, menjatuhkan hukuman mati kepadanya.

Ia berdalih, merupakan amanah agamanya untuk membunuh sang menteri, yang merupakan seorang pengecam keras undang-undang penghujatan atau penistaan agama dan pendukung reformasi liberal di Pakistan.

Pendukung Mumtaz Qadri

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar, Para pendukung melemparkan bunga-bunga mawar di atas kendaraan lapis baja yang membawa Qadri keluar dari pengadilan tahun 2011.

Beberapa tahun belakangan ini pengaruh kelompok-kelompok Islamis makin kuat, dan terkait dnegan sejumlah kasus penistaan agama.

Qadri dielu-elukan oleh kaum konservatif dan saat sidang pertamanya, para pendukung menaburkan bunga mawar saat dia memasuki ruang pengadilan.

Dia tidak pernah menyatkan penyesalan atas pembunuhan tersebut.

Pada bulan Mei, hanya beberapa bulan setelah Taseer ditembak mati, Menteri Minoritas Pakistan Shahbaz Bhatti, satu-satunya menteri yang beragama Kristen dalam kabinet, ditembak mati oleh kelompok bersenjata yang menyerang mobilnya.

Pada bulan Agustus di tahun yang sama, anak Salman Taseer, Shahbaz Taseer, diculik di Lahore. Hingga kini, keberadaannya masih belum jelas.