Al-Shabab bantah kepala intelijennya tewas

Kelompok militan al-Shabab dalam sebuah patroli di wilayah pedalaman Somalia.

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar, Kelompok militan al-Shabab dalam sebuah patroli di wilayah pedalaman Somalia.

Kelompok Islam militan al-Shabab membantah kepala intelijennya tewas akibat serangan udara Kenya di Somalia selatan.

Mohamed Karatey dan 10 orang komandan al-Shabab tewas dalam serangan pada 8 Februari, kata pimpinan militer Kenya.

Karatey memainkan peranan penting dalam serangan mematikan pada Januari lalu di pangkalan militer Kenya di negara tetangganya, Somalia, jelasnya.

Tetapi al-Shabab, yang merupakan bagian dari al-Qaeda, mengatakan bahwa Karatey masih hidup dan belum ada upaya percobaan pembunuhan yang mengancam hidupnya.

Pemerintah Kenya hanya berusaha meraih dukungan publik demi kampanye militernya di Somalia dengan menyebarkan informasi tidak berdasar tentang kematian Karatey, kata juru bicara al-Shabab kepada radio lokal.

Al-Shabab mengatakan telah menewaskan sekitar 100 tentara Kenya dalam serangan di pangkalan militer di kota el-Ade di wilayah Somalia selatan pada 15 Januari.

Kenya mengonfirmasi adanya serangan itu, namun menolak mengungkapkan berapa jumlah korban tewas atau terluka.

Sosok teroris

Semenjak serangan itulah, pasukan Kenya menggelar serangkaian serangan dengan target kelompok militan di Somalia.

Lebih lanjut pimpinan militer Kenya mengatakan, Karatey berada di sebuah kamp al-Shabab saat memimpin sebuah parade yang dihadiri calon anggotanya, termasuk pelaku bom bunuh diri, ketika dia tewas.

Karatey berada di sebuah kamp al-Shabab saat memimpin sebuah parade yang dihadiri calon anggotanya, termasuk pelaku bom bunuh diri, ketika dia tewas, kata otoritas Kenya.

Sumber gambar, AP

Keterangan gambar, Karatey berada di sebuah kamp al-Shabab saat memimpin sebuah parade yang dihadiri calon anggotanya, termasuk pelaku bom bunuh diri, ketika dia tewas, kata otoritas Kenya.

Lebih dari 40 anggota gerilyawan kelompok militan itu juga tewas ketika kamp yang terletak di antara kota Buale dan Sakow, menjadi target serangan, tambah pimpinan tentara Kenya.

Pada April 2015 lalu, Departemen Luar Negeri AS menyebut sosok Karatey, yang juga dikenal sebagai Abdirahim Mohamed Warsame, sebagai teroris.

Dia memainkan peranan penting dalam pembantaian 147 orang -sebagian besar mahasiswa- di Universitas Garissa, Kenya, pada tahun lalu, tambahnya.

Bagian dari al-Qaeda

Pemerintah Kenya mengirimkan lebih dari 4.000 tentara untuk bergabung dalam pasukan Uni Afrika yang berjumlah 22.000 yang ada di Somalia.

Kehadiran pasukan Uni Afrika ini untuk membantu PBB dalam memerangi kelompok militer al-Shabab, yang merupakan bagian dari al-Qaeda.

Lima tahun lalu, pasukan ini pertama kali memasuki Somalia dalam upaya menghentikan aksi kelompok militan yang sering melakukan serangan lintas perbatasan dan menculik orang.

Al-Shabab, yang berjuang untuk mendirikan negara Islam di Somalia, berhasil diusir dari ibukota Mogadishu, pada bulan Agustus 2011, tetapi masih menguasai sebagian wilayah selatan Somalia selatan dan acap melakukan serangan di negara itu.