Rusia sebut penyelidikan Inggris sebagai provokasi

Penyelidikan Litvinenko

Sumber gambar, Litvinenko Inquiry

Keterangan gambar, Rusia menyatakan tidak bisa menerima penyelidikan yang berlangsung tertutup.

Rusia menyebut terjadi provokasi kasar oleh sebuah penyelidikan di Inggris yang mengatakan Presiden Vladimir Putin mungkin menyetujui pembunuhan mantan mata-mata Rusia di London.

Dalam laporan terkait kematian Alexander Litvinenko, para penyelidik mengemukakan sejumlah alasan mengapa mereka menyimpulkan <link type="page"><caption> 'ada kemungkinan elemen-elemen negara ingin membunuhnya'. </caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/01/160121_dunia_litvinenko" platform="highweb"/></link>

Litvinenko meninggalkan Rusia dan sedang bekerja sama dengan dinas intelijen Inggris ketika diracun dengan polonium tahun 2006 lalu di London.

Presiden Vladimir Putin

Sumber gambar, AP

Keterangan gambar, Presiden Vladimir Putin disebut mungkin menyetujui pembunuhan atas Litvinenko.

Duta besar Rusia untuk Inggris, Alexander Yakovenko, mengatakan Moskow tidak akan pernah menerima temuan dari sebuah penyelidikan yang berlangsung tertutup.

"Kami mempertimbangkan kasus Litvinenko, dan caranya diungkapkan, merupakan provokasi dari pihak berwenang Inggris."

Alexander Litvinenko

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Alexander Litvinenko saat menjadi agen rahasia Rusia, FSB, pada 1998.

"Yang kedua kami tidak pernah menerima sesuatu yang diambil secara rahasia dan didasarkan pada bukti-bukti yang tidak diuji di pengadilan terbuka," tambah Yakovenko.

Sementara juru bicara Putin mengatakan hal tersebut bisa makin memperburuk hubungan antara Rusia dan Inggris.

Inggris menuduh Rusia melanggar undang-undang internasional sebagai tanggapan atas pembunuhan Litvinenko.