Putin 'mungkin setujui' pembunuhan eks mata-mata Rusia di London

Alexander Litvinenko

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Alexander Litvinenko saat menjadi agen rahasia Rusia, FSB, pada 1998.

Presiden Vladimir Putin "mungkin saja" menyetujui operasi pembunuhan mantan mata-mata Rusia, Alexander Litvinenko, yang dilakukan agen-agen rahasia Rusia di London.

Temuan ini tercantum dalam hasil penyelidikan independen di Inggris yang diumumkan hari Kamis (21/01).

Litvinenko <link type="page"><caption> diracun dengan menggunakan bahan radioaktif polonium</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/01/150127_litvinenko_inggris_rusia.shtml" platform="highweb"/></link> di London pada 2006.

Dalam laporan ini para penyelidik mengemukakan sejumlah alasan mengapa mereka mengatakan bahwa "ada kemungkinan elemen-elemen negara ingin membunuh" Litvinenko.

Di antaranya adalah pengungkapan oleh Litvinenko tentang kegiatan Dinas Rahasia Rusia (FSB) sebelum ia meninggalkan negara ini, hubungan dirinya dengan dinas intelijen Inggris, dan "perbedaan pribadi dengan Presiden Putin".

Alexander Litvinenko

Sumber gambar, Getty

Keterangan gambar, Litvinenko menjalani perawatan di London pada 2006 setelah diracun dengan bahan radioaktif polonium.

Menanggapi temuan ini, janda Litvinenko, Marina, mengatakan puas bahwa pernyataan suaminya yang menuduh keterlibatan Putin, sekarang terbukti.

Di Moskow, Kementerian Luar Negeri Rusia mengatakan bahwa sejak awal mereka memperkirakan penyelidikan atas kematian Litvinenko akan berjalan berat sebelah.

"Kami kecewa karena kasus yang sebenarnya murni kriminal kemudian dipolitisasi dan pada akhirnya membayangi hubungan bilateral," demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri Rusia.

Para pejabat di kementerian ini juga mengatakan bahwa proses penyelidikan tidak berjalan transparan.