Putin 'mungkin setujui' pembunuhan eks mata-mata Rusia di London

Sumber gambar, Reuters
Presiden Vladimir Putin "mungkin saja" menyetujui operasi pembunuhan mantan mata-mata Rusia, Alexander Litvinenko, yang dilakukan agen-agen rahasia Rusia di London.
Temuan ini tercantum dalam hasil penyelidikan independen di Inggris yang diumumkan hari Kamis (21/01).
Litvinenko <link type="page"><caption> diracun dengan menggunakan bahan radioaktif polonium</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/01/150127_litvinenko_inggris_rusia.shtml" platform="highweb"/></link> di London pada 2006.
Dalam laporan ini para penyelidik mengemukakan sejumlah alasan mengapa mereka mengatakan bahwa "ada kemungkinan elemen-elemen negara ingin membunuh" Litvinenko.
Di antaranya adalah pengungkapan oleh Litvinenko tentang kegiatan Dinas Rahasia Rusia (FSB) sebelum ia meninggalkan negara ini, hubungan dirinya dengan dinas intelijen Inggris, dan "perbedaan pribadi dengan Presiden Putin".

Sumber gambar, Getty
Menanggapi temuan ini, janda Litvinenko, Marina, mengatakan puas bahwa pernyataan suaminya yang menuduh keterlibatan Putin, sekarang terbukti.
Di Moskow, Kementerian Luar Negeri Rusia mengatakan bahwa sejak awal mereka memperkirakan penyelidikan atas kematian Litvinenko akan berjalan berat sebelah.
"Kami kecewa karena kasus yang sebenarnya murni kriminal kemudian dipolitisasi dan pada akhirnya membayangi hubungan bilateral," demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri Rusia.
Para pejabat di kementerian ini juga mengatakan bahwa proses penyelidikan tidak berjalan transparan.









