Spanyol sebut Rusia sebagai negara mafia

russia
Keterangan gambar, Hubungan Kremlin dan penjahat menjadi pertanyaan diplomat

Seorang jaksa senior Spanyol kepada kedutaan besar Amerika Serikat di Madrid mengatakan Rusia, Belarus, dan Chechnya telah menjadi negara mafia.

Pernyataan tersebut tercantum dalam dokumen rahasia yang dibocorkan situs Wikileaks.

Bocoran dokumen Wikileaks yang dimuat koran Inggris, The Guardian, menyebutkan pada Januari 2010, jaksa Spanyol Jose "Pepe" Grinda Gonzales mengklaim bahwa orang tidak bisa membedakan kegiatan pemerintah dan kejahatan terorganisir di Rusia, Belarus, dan Chechnya.

Gonzales dikenal sebagai pejabat yang memimpin penyelidikan terhadap kelompok penjahat terorganisir asal Rusia di Spanyol yang berujung dengan penangkapan terhadap lebih dari 60 orang.

Satu kawat diplomatik dari kedutaan AS di Madrid juga memuat pertanyaan apakah Perdana Menteri Rusia Vladimir Putin terlibat dalam organisasi mafia Rusia.

Gonzales dilaporkan mengatakan mantan agen rahasia Rusia Alexander Litvinenko memperkirakan badan intelijen Rusia mengontrol kejahatan terorganisir di Rusia. Menurut beberapa laporan, Gonzales meyakini pernyataan Litvinenko akurat.

Dalam pesan diplomatik, Gonzales disebut-sebut memiliki informasi bahwa beberapa parpol di Rusia bekerja sama dengan kelompok penjahat terorganisir.

AS bentuk tim

Dokumen lain mengungkapkan bahwa seorang pengusaha terkemuka Ukraina memiliki hubungan dengan penjahat terorganisir di Rusia.

Pengungkapan tersebut tercantum dalam kawat diplomatik dari kedutaan AS di Kiev pada Desember 2008 yang menyebutkan bahwa Dmytro Firtash, salah satu pengusaha dan tokoh terkuat di Ukraina, mengatakan kepada duta besar AS bahwa dia memiliki hubungan dengan penjahat di Rusia.

Dalam perkembangan terkait, Wikileaks mengatakan situs online mereka tidak lagi menggunakan server milik perusahaan online Amazon. Wikileaks memindahkan server mereka ke Amazon diserang dua kali pekan ini.

Di AS, Presiden Obama menunjuk pakar antiterorisme untuk memimpin tim yang diberi tugas meminimalkan dampak negatif dari pengungkapan ratusan ribu dokumen rahasia milik pemerintah oleh situs Wikileaks.

Pakar tersebut, Russell Travers, akan mencoba mencari tahu bagaimana dokumen-dokumen resmi yang bersifat rahasia ini bisa diambil dari bank data internet pemerintah.

Ia juga diminta presiden untuk memperketat keamanan jaringan komputer pemerintah AS.