IAEA menyatakan Iran siap meningkatkan kerja sama

Sumber gambar, AP
Direktur Jenderal Badan Tenaga Atom Internasional, IAEA, menyatakan Iran sepakat untuk semakin meningkatkan kerja sama dengan organisasinya.
Berbicara pada kunjungan pertamanya ke Teheran sejak <link type="page"><caption> pencabutan sanksi internasional </caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/01/160116_dunia_iran_nuklir_sanksi" platform="highweb"/></link>pada hari Sabtu (16/01), Yukiya Amano, mengatakan kedua pihak perlu memanfaatkan keadaan yang terjadi saat ini.
Dia menambahkan Iran sekarang harus bekerja sama sepenuhnya dengan prosedur verifikasi yang diterapkan oleh organisasinya.
IAEA sekarang harus berusaha memastikan bahwa kegiatan nuklir Iran untuk tujuan damai.
Tugas ini diperkirakan baru akan rampung setelah bertahun-tahun.
Sementara itu, Iran menyatakan ketidaksetujuannya terhadap <link type="page"><caption> sanksi baru yang diterapkan Amerika Serikat</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/01/160118_dunia_iran_amerikaserikat" platform="highweb"/></link> terkait kepentingan Iran yang dihubungkan dengan program peluru kendali balistik negara itu.
Sanksi tersebut "tidak memiliki dasar hukum dan moral", kata juru bicara Kementerian Luar Negeri, Hossein Jaber Ansari.
"Program peluru kendali Iran tidak pernah dirancang untuk mampu membawa senjata nuklir," tambahnya.
Saat mengumumkan sanksi baru, Adam J. Szubin, pejabat Amerika untuk masalah terorisme dan intelijen keuangan mengatakan," Program peluru kendali balistik merupakan ancaman signifikan terhadap keamanan kawasan dan dunia, dan akan tetap menjadi objek sanksi dunia."









