Presiden Obama sambut hangat hubungan baru dengan Iran

Barack Obama

Sumber gambar, AP

Keterangan gambar, Barack Obama mengatakan Iran sekarang tidak bisa lagi mengembangkan senjata nuklir.

Presiden Amerika Serikat, Barack Obama, menyambut hangat hubungan baru dengan Iran, sehari setelah sanksi internasional terkait program nuklir Teheran dicabut.

Presiden Obama mengatakan <link type="page"><caption> kesepakatan ini</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/01/160116_dunia_iran_nuklir_sanksi.shtml" platform="highweb"/></link> berarti Iran tidak akan lagi mengembangkan senjata nuklir.

Ia menyebutnya sebagai kemajuan bersejarah, yang dicapai melalui cara-cara diplomatik, bukan melalui perang di Timur Tengah.

"Selama beberapa dekade kita tidak saling bicara... pada akhirnya ini tidak menguntungkan kepentingan Amerika," kata Presiden Obama di Washington, Minggu (17/01).

"(Tapi kemudian) kita bisa mencapainya melalui diplomasi, tanpa harus melancarkan peperangan di Timur Tengah," katanya.

Presiden Obama juga menyambut baik pembebasan lima warga negara Amerika yang berasal Iran berdasarkan skema pertukaran tawanan antara kedua negara.

Penahanan lima warga Amerika tersebut, termasuk wartawan Washington Post, Jason Rezaian, selama ini menjadi 'duri dalam hubungan antara kedua negara'.

"Ketika orang-orang Amerika dibebaskan, jelas ini sesuatu yang layak kita rayakan," ujar Presiden Obama.

Sebelumnya, Presiden Iran Hassan Rouhani mengatakan bahwa pencabutan sanksi -yang telah diterapkan selama lebih dari satu dekade- <link type="page"><caption> adalah kemenangan bagi rakyat Iran</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/01/160117_dunia_iran_babakbaru.shtml" platform="highweb"/></link>.