ISIS ancam mereka yang memeranginya

Aparat keamanan

Sumber gambar, Getty

Keterangan gambar, Aparat keamanan mengetatkan pengamanan menyusul serangan tembakan dan bom di Jakarta, Kamis (14/01).

Kelompok yang menyebut diri Negara Islam (ISIS) mengeluarkan peringatan bahwa pihak-pihak yang menentangnya atau yang melindungi pihak-pihak tersebut "tidak akan aman di negara-negara Muslim".

Disebutkan "warga koalisi negara-negara yang memerangi" ISIS dan pihak-pihak yang melindungi mereka bahwa "mereka tidak akan aman di negara-negara Muslim mulai hari ini".

Pernyataan itu diklaim dikeluarkan oleh ISIS setelah <link type="page"><caption> mengaku bertanggung jawab</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/berita_indonesia/2016/01/160114_indonesia_serangan_jakarta_isis" platform="highweb"/></link> atas serangan di Jakarta pada Kamis (14/01) yang menewaskan tujuh orang, lima di antara mereka adalah pelaku serangan.

Pantauan BBC Monitoring menyebutkan ancaman tersebut dikeluarkan melalui saluran resmi ISIS di internet.

Pernyataan itu diatribusikan ke "Negara Islam, Indonesia."

Pos polisi

Sumber gambar, BBC Indonesia

Keterangan gambar, Pos polisi lalu lintas di dekat Gedung Sarinah, Jakarta, rusak akibat ledakan bom.

Kepolisian Indonesia menyebutkan otak serangan tembakan dan bom di Jakarta adalah seorang warga negara Indonesia, Bahrum Naim, yang sekarang berada di Suriah.

Kapolda Metro Jaya, Irjen Polisi Tito Karnavian, mengatakan <link type="page"><caption> Bahrum Naim</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/berita_indonesia/2016/01/160114_indonesia_serangan_naim" platform="highweb"/></link> ingin memimpin ISIS di Asia Tenggara.

Namanya sudah dikenal aparat keamanan. Ia disidangkan dalam kasus kepemilikan ribuan amunisi pada 2010 dan dijatuhi hukuman 2,5 tahun penjara.

Pada Juni 2012 ia bebas dan dilaporkan pergi ke Suriah sejak awal 2015.