Polisi lacak Bahrum Naim, 'otak' serangan Jakarta

Jakarta

Sumber gambar, EPA

Keterangan gambar, Polisi menyebut nama Bahrum Naim sebagai orang yang mengkoordinasikans serangan di Jakarta, hari Kamis, 14 Januari.

Seseorang bernama Bahrum Naim dikatakan sebagai otak serangan di Jakarta, hari Kamis (14/01), menewaskan tujuh orang termasuk lima pelaku, sementara 19 orang lainnya mengalami luka-luka.

Nama Bahrum Naim, dalam beberapa laporan dieja Bahrun Naim, diungkap oleh Kapolda Metro Jaya, Irjen Polisi Tito Karnavian, beberapa jam setelah aparat keamanan menguasai keadaan.

Tito, yang pernah memimpin unit khusus antiteror Densus 88, menjelaskan bahwa Bahrum Naim ingin memimpin kelompok yang menamakan diri Negara Islam (ISIS) di Asia Tenggara atau Katibah Nusantara.

"Dia ingin menjadi leader (pemimpin)," kata Tito.

Tito menganalisis, sikap Bahrum Naim ini menimbulkan persaingan di antara para pemimpin ISIS di wilayah Asia Tenggara untuk menjadi orang nomor satu.

Kasus kepemilikan amunisi

"Karena itu, Bahrum Naim merancang <link type="page"><caption> serangan-serangan seperti ini</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/berita_indonesia/2016/01/160114_live_bom_thamrin" platform="highweb"/></link> (serangan tembakan dan bom di Jakarta)," katanya.

Diperkirakan dengan merancang aksi semacam ini ia mendapat perhatian dari para pemimpin ISIS.

Bahrum Naim bukan nama asing bagi aparat keamanan.

Ia menjalani persidangan dalam kasus kepemilikan ribuan amunisi pada 2010. Pada Juni 2011, pria dari Solo, Jawa Tengah ini, dijatuhi hukuman 2,5 tahun penjara.

Pada Juni 2012 ia bebas dan dilaporkan pergi ke Suriah sejak awal 2015 kata keluarga Bahrum Naim kepada media di Indonesia.

Kelompok ISIS sudah mengatakan bahwa mereka <link type="page"><caption> bertanggung jawab atas serangan di Jakarta</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/berita_indonesia/2016/01/160114_indonesia_serangan_jakarta_isis" platform="highweb"/></link>.