Serangan Jakarta: Pesan kuat untuk pelaku teror #KamiTidakTakut

kami tidak takut

Sumber gambar, AP

Keterangan gambar, Karangan bunga Kami Tidak Takut di lokasi serangan.

#TrenSosial:Tak lama setelah serangan bom dan senjata api di Jakarta dengan korban tujuh orang, termasuk dua warga sipil, penduduk Indonesia menyampaikan pesan kuat terhadap pelaku teror, #KamiTidakTakut.

Serangan dimulai pada pukul 10:55 WIB, menurut polisi, tak jauh dari Sarinah di Jalan Thamrin, Jakarta Pusat.

Sejumlah tagar menyebar melalui media sosial tak lama setelah serangan terjadi.

Twitter AC Milan

Sumber gambar, Twitter

Sekitar tujuh jam setelah serangan terjadi, tagar #PrayForJakarta digunakan lebih dari 310.000 kali dan menjadi topik terpopuler dunia.

Sementara #KamiTidakTakut dipakai lebih dari 110.000 kali dan dikutip sejumlah pemberitaan media di luar negeri.

kamitidaktaku

Sumber gambar, Twitter

Keterangan gambar, #KamiTidakTakut digunakan lebih 110.000 orang, tujuh jam setelah serangan.

Koran Inggris the Independent, antara lain, menulis "warga Indonesia melawan teror dengan pesan kuat di media sosial, Kami tidak takut."

Tagar ini antara lain digunakan oleh tim sepak bola Italia, AC Milan, yang menulis di akun Twitter, "Indonesia tetaplah kuat, #Jakarta #KamiTidakTakut".

kami tidak takut

Sumber gambar, TWITTER

Keterangan gambar, Tagar KamiTidakTakut dilaporkan sejumlah pemberitaan di luar Indonesia.

Sementara duta besar Norwegia untuk Indonesia, Stig Traavik, mengatakan, "Norwegia bergabung dengan Anda menenangkan korban dan mengecam teror bapak Presiden Jokowi, #KamiTidakTakut."

Tagar lain yang banyak digunakan termasuk ISIS dan #SafetyCheckJKT, yang digunakan untuk berbagi informasi soal keamanan di sekitar Jakarta, dan juga Sarinah.

tank-tank di jakarta

Sumber gambar, AP

Keterangan gambar, Tank-tank di Jalan Thamrin menyusul serangan bom dan senjata api.

Polisi mengatakan tujuh korban tewas, lima orang di antaranya pelaku teror, dan 19 lainnya luka-luka.

Presiden Joko Widodo mengatakan, "negara, bangsa, dan rakyat Indonesia tidak boleh takut dan tak boleh kalah oleh aksi teror," dan meminta rakyat tenang.

Jokowi juga meminta aparat keamanan untuk mengejar dan menangkap pelaku serangan dan orang-orang yang ada dalam jaringan mereka.