Pelaku serangan Jakarta 'terkait kelompok ISIS di Raqqa'

Dua anggota kepolisian berjaga di luar kafe Starbucks setelah serangan berakhir.

Sumber gambar, BBC Indonesia

Keterangan gambar, Dua anggota kepolisian berjaga di luar kafe Starbucks setelah serangan berakhir.

Para pelaku serangan bom dan senjata di kafe Starbucks dan pos polisi di Jakarta Pusat merupakan bagian dari jaringan yang menamakan diri kelompok Negara Islam atau ISIS, kata Kapolda Metro Jaya, Inspektur Jenderal Tito Karnavian.

"Jaringan pelakunya sebetulnya adalah yang berhubungan dengan kelompok ISIS yang pusatnya di Raqqa (di Suriah)," kata Tito, dalam jumpa pers di Kantor Presiden, Kamis (14/01) sore.

"Jadi, kelompoknya sudah kita ketahui dan sedang kita lakukan pengejaran," tambahnya.

Sementara, Menko Polhukkam Luhut Panjaitan mengatakan, pihaknya memperoleh informasi intelijen bahwa serangan kelompok ISIS ini tidak hanya Indonesia, tetapi juga Singapura dan negara lainnya di wilayah Asia tenggara.

"Kita memang share (berbagi data) intelijen, tetapi saya garis bawahi kita tidak tahu kapan dan di mana serangan itu dilakukan," kata Luhut.

Serangan tembakan dan bom di kafe Starbucks dan pos polisi di Jakarta Pusat dilakukan kelompok ISIS, kata polisi.

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Serangan tembakan dan bom di kafe Starbucks dan pos polisi di Jakarta Pusat dilakukan kelompok ISIS, kata polisi.

Sebelumnya, Wakil Kepala Kepolisian RI, Budi Gunawan juga menegaskan bahwa dari hasil deteksi polisi, memang <link type="page"><caption> ada komunikasi antara kelompok Suriah, Bahrum Naim dengan Abu Jundi</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/berita_indonesia/2016/01/160114_indonesia_teror_jakarta_isis" platform="highweb"/></link> dari kelompok Solo.

'Perubahan strategi ISIS'

Penangkapn sejumlah <link type="page"><caption> orang terduga teroris pada Desember 2015 lalu di Jateng, Jabar dan Jatim</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/berita_indonesia/2015/12/151220_indonesia_teroris" platform="highweb"/></link> juga mengarah kepada orang-orang yang memiliki hubungan dengan kelompok ISIS.

Saat itu, mantan Kepala BNPT Ansyad Mbai mengatakan, kelompok ini tengah menyiapkan serangan akhir tahun dengan kata sandi 'konser akhir tahun'.

Dalam perkembangannya, kepolisian juga menangkap setidaknya dua orang di Bekasi yang salah-satunya adalah <link type="page"><caption> warga Cina etnis Uigur</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/berita_indonesia/2015/12/151224_indonesia_calonbombunuhdiri" platform="highweb"/></link> yang disiapkan sebagai pelaku bom bunuh diri.

Lebih lanjut Tito mengatakan, kehadiran ISIS melalui aksi serangan bom dan ledakan di Jakarta tidak terlepas perubahan strategi mereka.

Beberapa jam setelah serangan, aparat kepolisian terus melakukan penjagaan di sekitar lokasi kejadian.

Sumber gambar, BBC Indonesia

Keterangan gambar, Beberapa jam setelah serangan, aparat kepolisian terus melakukan penjagaan di sekitar lokasi kejadian.

"Dulu strateginya hanya melaksanakan operasi di Suriah dan Irak, tapi kemudian ada perintah dari amirnya (pemimpinnya), Abu Bakar al-Baghdadi, untuk melakukan operasi di luar wilayah Suriah dan Irak," kata Tito.

Katibah Nusantara

Perubahan strategi ini, lanjutnya, kemudian ditindaklanjuti dengan pembentukan cabang ISIS di seluruh dunia.

"Baik di Prancis, di Eropa, Afrika utara, kemudian di Turki, termasuk di Asia Tenggara," ungkapnya.

Di wilayah Asia Tenggara, lanjutnya, sel-sel ISIS antara lain ada di Indonesia, Malaysia, Filipina, Thailand.

"Khusus di Asia Tenggara, ada seorang tokoh yaitu Bahrum Naim yang ingin mendirikan Katibah Nusantara. Dia ingin menjadi leader (pemimpin) untuk kelompok ISIS yang ada di Asia Tenggara," papar Tito.

Sejumlah warga negara Indonesia yang diadili di Pengadilan Negeri Jakarta Barat karena diduga terkait ISIS.

Sumber gambar, BBC INDONESIA

Keterangan gambar, Sejumlah warga negara Indonesia yang diadili di Pengadilan Negeri Jakarta Barat karena diduga terkait ISIS.

Tito kemudian menganalisis, sikap Bahrum Naim ini menimbulkan persaingan di antara para pemimpin ISIS di wilayah Asia Tenggara untuk menjadi orang nomor satu di wilayah itu.

"Karena itu, Bahrum Naim merancang serangan-serangan seperti ini (serangan tembakan dan bom di Jakarta)," katanya.