Pelaku serangan Jakarta 'ingin meniru aksi di Paris'

Waktu membaca: 1 menit

Para pelaku serangan bom dan senjata api di Jakarta, hari Kamis (14/01), jelas ingin meniru aksi di Paris November lalu yang menewaskan 130 orang, kata juru bicara Polri, Anton Charliyan.

"Rencana mereka adalah menyerang orang-orang dan menindaklanjutinya dengan ledakan yang lebih besar ketika banyak orang berkumpul. Tapi itu tak terjadi," kata Charliyan kepada para wartawan, setelah aparat keamanan menguasai keadaan.

Wartawan bidang keamanan BBC, Frank Gardner, mengatakan yang terjadi di Jakarta merupakan pengulangan dari pola yang terjadi di Istanbul dan Paris dalam beberapa bulan terakhir, dengan para pelaku sengaja memilih kawasan urban yang ramai, dengan harapan bisa membunuh banyak orang dan pada saat yang sama mendapatkan publikasi secara besar-besaran.

Para pelaku di Jakarta menggunakan pistol, granat, dan bom rakitan.

Jakarta

Sumber gambar, EPA

Keterangan gambar, Salah satu lokasi serangan adalah kafe Starbucks di Jakarta Pusat.

Berbeda dengan insiden di Paris, korban serangan di Jakarta jauh lebih sedikit, yaitu tujuh orang, lima di antaranya adalah pelaku, dua lainnya terdiri dari satu warga Indonesia dan satu warga asing.

Kapolda Metro Jaya, Tito Karnavian, mengatakan pelaku serangan adalah individu-individu pimpinan Bahrum Naim, warga Indonesia yang bergabung dengan kelompok yang menamakan diri Negara Islam (ISIS) di Suriah.