Dua orang 'rencanakan serangan teror tahun baru' di Brussel

Tentara ditugaskan mengamankan Brussel

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Tentara ditugaskan untuk mengamankan pusat kota Brussel selama perayaan Natal dan tahun baru.

Polisi di Belgia menangkap dua orang yang dicurigai merencanakan serangan teror pada malam tahun baru di tempat-tempak ikonik di Brussel.

Jaksa federal mengatakan dua tersangka tersebut masing-masing ditahan pada hari Minggu (27/12) dan Senin (28/12).

Salah seorang di antaranya menghadapi dakwaan merencanakan serangan dan merekrut orang untuk melakukan serangan teror sementara satu orang lainnya dituduh ambil bagian dalam kegiatan kelompok teroris.

Saat aparat keamanan melakukan penggeledahan, mereka menemukan seragam militer dan propaganda kelompok yang menamakan diri Negara Islam (ISIS) namun tak ditemukan senjata api atau bahan peledak.

Para pejabat Belgia menegaskan bahwa investigasi ini tidak punya kaitan dengan <link type="page"><caption> serangan di Paris, Prancis</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/laporan_khusus/serangan_paris" platform="highweb"/></link>, November lalu yang menewaskan tak kurang dari 130 orang.

Polisi Belgia masih mencari Salah Abdeslam, warga Prancis kelahiran Brussel, yang <link type="page"><caption> diyakini sebagai salah satu otak serangan Paris</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/11/151123_dunia_belgia_terorisme" platform="highweb"/></link>.

Saudara Salah Abdeslam, Brahim, menjadi salah satu pelaku bom bunuh diri dalam serangan di Paris, kata para penyelidik di Paris.

Belgia dinilai kesulitan mengatasi kelompok militan Islam dalam beberapa tahun terakhir dan di negara ini jumlah orang yang bergabung ke ISIS termasuk yang terbesar di Eropa, jika dihitung per kapita.