Konferensi Perubahan Iklim Paris 'sepakati' draf naskah perjanjian

Iklim

Sumber gambar, AP

Keterangan gambar, Para negosiator bertujuan untuk menghasilkan kesepakatan iklim global yang kuat dan ambisius, kata Menlu Prancis Laurent Fabius.

Naskah akhir kesepakatan global untuk mengatasi perubahan iklim telah dicapai dalam pertemuan iklim di Paris yang berlangsung hampir selama dua pekan, seperti disampaikan penyelenggara.

Seorang pejabat di kantor Menteri Luar Negeri Prancis Laurent Fabius mengatakan kepada kantor berita AFP, draf itu akan dipresentasikan dalam pertemuan tingkat menteri pada Sabtu (12/12) pagi waktu setempat.

Sampai saat ini rincian draf final belum dipublikasikan.

Kesepakatan di bahas di Ibukota Prancis ini dicapai hampir 16 jam setelah <link type="page"><caption> pertemuan yang dijadwalkan berakhir pada Jumat (11/12) itu diperpanjang</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/12/151211_dunia_paris_cop21" platform="highweb"/></link>.

"Kami memiliki naskah yang akan dipresentasikan," jelas penyelenggara, yang juga menyatakan naskah perjanjian akan ditrejemahkan dalam enam bahasa resmi PBB.

Fabius, yang memimpin pertemuan, telah mengatakan sebelumnya bahwa "kondisi tidak akan pernah lebih baik" untuk sebuah perjanjian yang kuat dan ambisius.

Dia menambahkan dia yakin akan mempresentasikan draf final pada Sabtu pagi.

Perkembangan yang penting terhadap beberapa masalah dalam versi terakhir dokumen tersebut, dengan menunjukkan adanya kompromi antara para pihak yang terlibat, seperti disampaikan oleh koresponden lingkungan BBC Matt McGrath di Paris.

Dia menambahkan bahwa negara-negara mendukung batas kenaikan suhu bumi 2 derajat celcius, tetapi sepakat untuk melakukan upaya terbaik mereka untuk mempertahankan kenaikan suhu dunia pada 1,5 derajat celsius. Bagaimanapun, bahasa yang digunakan untuk mengurangi emisi dalam jangka panjang dikritik karena secara signifikan menurunkan ambisi pada tingkat terendah.