Masalah masih mengganjal perundingan iklim di Paris

John Kerry

Sumber gambar, Getty

Keterangan gambar, Menlu Amerika Serikat John Kerry berbicara di depan delegasi KTT Perubahan Iklim di Paris.
Waktu membaca: 1 menit

Perundingan mengenai kesepakatan penanganan perubahan iklim yang memasuki tahap akhir di Paris masih menghadapi kesulitan, kata Presiden Prancis, Francois Hollande, hari Kamis (10/12).

Presiden Hollande mengatakan masalah yang masih mengganjal adalah dampak keuangan dari usulan kesepakatan akhir.

Ia mengungkapkan ada "sejumlah penentangan" terhadap proposal mengeluarkan kompensasi bagi negara-negara berkembang yang mengalami kerugian atau kerusakan akibat perubahan iklim.

Negara-negara maju dan negara-negara berkembang belum menyepakati cakupan dan besaran kompensasi.

Belum adanya titik temu soal kompensasi ini diakui oleh perunding Indonesia, Rachmat Witoelar, dalam wawancara dengan BBC Indonesia.

"Kami dari negara-negara berkembang ingin negara-negara maju melaksanakan kesadaran itu dan kami meminta mereka jangan menggunakannya sebagai alat untuk menawar," kata Rachmat.

Pendanaan jangka panjang

Rachmat menambahkan kompensasi dari negara-negara maju adalah bagian dari kesepakatan berdirinya Konvensi Kerangka Kerja PBB untuk Perubahan Iklim (UNFCC) dan Protokol Kyoto.

Wakil-wakil dari negara-negara yang berada dalam posisi rentan terkena dampak perubahan iklim menyebut <link type="page"><caption> proposal yang diajukan tuan rumah Prancis</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2015/12/151210_majalah_cop21_kembangapi.shtml" platform="highweb"/></link> tak melindungi mereka dari perubahan iklim yang berbahaya.

Unjuk rasa

Sumber gambar, Getty

Keterangan gambar, Desakan pemanfaatan yang lebih besar dari energi ramah lingkungan disuarakan berbagai kalangan, termasuk para pegiat.

Mereka mendesak pendanaan jangka panjang untuk membantu mereka beradaptasi dengan temperatur yang makin hangat dan untuk mendapatkan energi yang ramah lingkungan.

Perunding Indonesia, Rachmat Witoelar, mengakui masih ada perbedaan ini namun pihaknya optimistis pada akhirnya KTT di Paris akan menghasilkan kesepakatan.

"Perundingan sudah memasuki tahap akhir dan saya cukup optimistis paling lambat Jumat pagi akan ada kesepakatan," katanya.

Perundingan mengenai kesepakatan penanganan perubahan iklim digelar sejak 30 November dan ditutup hari Jumat (11/12).