Rancangan teks COP21 dapat timbulkan "percikan"

COP21

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar, Konferensi perubahan iklim di Paris diikuti oleh sedikitnya 190 negara.

Sebuah rancangan pernyataan yang penting telah diterbitkan dalam pembicaraan iklim Perserikatan Bangsa-Bangsa di Paris setelah berbagai penundaan.

Versi baru ini, sebanyak 29 halaman, menandai keberhasilan pertama pertemuan yang dipimpin Prancis itu dalam menyusun rancangan kesepakatan.

Rancangan baru ini secara signifikan mengurangi pilihan pada banyak pertanyaan kunci yang muncul dalam perundingan berhari-hari sebelumnya.

Seorang pengamat memperingatkan bahwa mungkin muncul berbagai "letupan" jika muncul ketidak-puasan atas kompromi yang diusulkan.

Pada Sabtu (05/12) lalu, negosiator dari 195 negara sepakat mengenai dokumen sebanyak 48 halaman, hasil dari perundingan selama empat tahun yang dimulai di Durban tahun 2011.

Dokumen tersebut diserahkan kepada Ketua <link type="page"><caption> COP21</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2015/12/151207_majalah_karbon_emisi" platform="highweb"/></link>, MenluPrancis Laurent Fabius.

Selama beberapa hari terakhir ia meminta sejumlah menteri dari seluruh dunia agar mengusahakan lagkah-langkah maju setidaknya untuk berbagai aspek dari dokumen tersebut.

Lebih dari 190 negara berkumpul dalam COP 21 di Paris untuk membahas kemungkinan kesepakatan globalbaru terkait perubahan iklim.

Tujuannya adalah untuk mengurangi emisi gas rumah kaca guna menghindari ancaman pemanasan berbahaya akibat aktivitas manusia.