Pengaturan kelahiran 'solusi' untuk perubahan iklim

- Penulis, Matt McGrath
- Peranan, Koresponden Lingkungan, BBC News
Salah seorang perwakilan senior Gereja Katolik mengatakan pengaturan kelahiran dapat "menawarkan sebuah solusi' terhadap dampak perubahan iklim.
Kardinal Peter Turkson, penasihat utama Paus untuk urusan perubahan iklim, mengatakan kepada BBC bahwa Gereja tidak pernah melarang perencanaan keluarga yang alami.
Berbicara di Paris, kardinal menyerukan kesepakatan yang kuat yang dapat melindungi negara-negara yang rentan.
Dia mengatakan perubahan iklim memicu bencana ekologi.
Kardinal Turkson diyakini memainkan peran penting dalam penyusunan draf "Laudato Si", surat ensiklik atau surat edaran uskup dari Paus tentang perubahan iklim.
Mulut untuk diberi makan
Gereja Katolik baru-baru ini mengadopsi lebih banyak aturan yang aktif dalam isu perubahan iklim dan mendorong jemaah gereja untuk melakukan jalan kaki sebelum dimulainya pertemuan perubahan iklim COP21. Gereja juga meningkatkan keterlibatan mereka dalam proses negosiasi iklim, di Le Bourget.
Dalam sebuah wawancara dengan BBC, Kardinal Turkson menunjukkan bahwa pengaturan kelahiran dapat membantu mengurangi perubahan iklim, terutama masalah kekurangan pangan di dunia yang suhunya memanas.
"Ini telah dibicarakan, dan Bapak Suci dalam perjalanan pulang dari kunjungan di Filipina juga mengundang masyarakat untuk melakukan sejumlah penerapan pengaturan kelahiran, karena gereja tidak pernah menentang pengaturan kelahiran dan orang yang mengatur jarak kelahiran. Jadi ya, itu dapat menjadi sebuah tawaran solusi," kata dia.

Sumber gambar, Getty Images
Memiliki banyak mulut untuk diberi makan juga merupakan tantangan bagi kita untuk produktif, yang menjadi salah satu isu penting di sini adalah masalah budi daya dan produksi pangan, dan distribusinya.
"Jadi itu betul melibatkan kita dalam manajemen keamanan pangan, jadi kami memastikan bahwa setiap orang dapat makan dan itu saja. Jumlah populasi yang kritis masih harus diselesaikan, Bapak Suci juga menyerukan untuk melakukan kontrol kelahiran."
Kardinal Turkson menekankan bahwa metode pengaturan kelahiran yang artifisial seperti pil kontrasepsi masih jauh dari perhatian Gereja.
"Anda tidak bersepakat dengan satu hal yang baik dan setan di sisi lalin: Gereja ingin orang-orang diberi makan, jadi lakukan apa yang Gereja pikir bukan hal yang baik? Itu merupakan pemikiran yang menyesatkan yang tidak akan dilakukan oleh gereja," kata dia.
Pertanyaan tentang pengaturan kelahiran sejak lama menjadi kontroversi di kalangan Gereja Katolik.
Isu ini merupakan menjadi kontroversi terutama dikaitkan dengan perubahan iklim. Populasi global sebanyak 7 milyar orang dan diperkirakan meningkat sampai 9,7 milyar di pertengahan abad menurut PBB. Bagaimanapun, upaya untuk membatasi jumlah anggota keluarga di negara berkembang telah dikritik sebagai salah satu bentuk imperialisme.
Kardinal Turkson mengulangi kembali keyakinan Gereja tentang metode pengaturan kelahiran yang alami, merupakan cara untuk menangani sejumlah dampak perubahan iklim.
Dia juga mengatakan sebuah kesepakatan yang kuat dalam pertemuan iklim di Paris akan menjadi penting untuk mengatasi penyebab masalahnya.
"Bagi kami, satu hal harus memiliki pengaruh yang besar. Kami butuh untuk melihat negara yang garis depan dan apa yang mereka hadapi saat ini, dan peduli dengan apa yang mereka rasakan, untuk dengan sederhana mengadopsi sebuah kebijakan yang dapat memastikan eksistensi kita semua."
"Profesi kami untuk mencintai Tuhan dan harus mengarahkan cinta kita terhadap kerja keras Tuhan, untuk ciptaan Tuhan, jadi miliki cinta untuk kreasi dan untuk kehidupan manusia."









