Donald Trump minta kaum muslim dilarang masuk AS

Sumber gambar, Reuters
Kandidat presiden dari Partai Republik, Donald Trump, meminta langkah penghentian yang ‘total dan komplet’ agar kaum muslim tidak memasuki Amerika Serikat.
Trump merujuk jajak pendapat Center for Security Policy yang menunjukkan ‘kebencian’ kaum muslim terhadap warga Amerika bisa membahayakan negara.
“Tanpa melihat berbagai data jajak pendapat sekalipun, jelas bagi siapa saja bahwa kebencian tidak bisa dipahami. Dari mana kebencian ini berasal dan mengapa, kita harus mencari tahu.
“Namun, sampai kami mampu mengetahui serta memahami masalah ini dan seberapa besar bahayanya, negara kita tidak bisa menjadi korban serangan mengerikan dari orang-orang yang meyakini jihad dan tidak punya pemahaman atau rasa hormat terhadap nyawa manusia,” kata Trump.
Karena itu, kata Trump, penutupan perbatasan harus diberlakukan ‘sampai pemerintahan negara ini bisa mengetahui apa yang terjadi’.
Komentar Trump mengemuka setelah serangan di Kota San Bernardino diduga dilakukan <link type="page"><caption> pasangan suami istri Tashfeen Malik dan Syed Farook</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/12/151130_dunia_california" platform="highweb"/></link>.
Para penyelidik mengatakan mereka <link type="page"><caption> menemukan 19 pipa yang dapat dijadikan bom di apartemen pasangan suami istri </caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/12/151203_dunia_san_bernardino" platform="highweb"/></link>yang sekarang sudah meninggal itu.

Sumber gambar, AP
‘Bukan Amerika’
Gedung Putih langsung mengeluarkan pernyataan sesaat setelah Trump mengimbau langkah penghentian yang ‘total dan komplet’ bagi kaum muslim.
Pernyataan Trump, menurut Gedung Putih, tidak mencerminkan Amerika.
Sehari sebelumnya, Presiden AS Barack Obama memperingatkan bahwa Amerika "tidak bisa berbalik melawan satu sama lain dengan membiarkan perjuangan ini didefinisikan sebagai perang antara Amerika dan Islam".
"Jika kita berhasil mengalahkan terorisme, kita harus meminta komunitas Muslim sebagai bagian sekutu terkuat kita, bukannya malah mencurigai dan membenci mereka," kata Obama.
Ia mengingatkan warga Amerika bahwa <link type="page"><caption> muslim Amerika adalah bagian dari masyarakat AS</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/12/151207_dunia_pidato_obama_sanbenardino" platform="highweb"/></link>.
"Dan, ya, mereka adalah orang-orang kita yang rela berkorban untuk membela negara. Kita harus ingat itu," katanya.
Presiden mengingatkan bahwa melawan balik komunitas muslim Amerika adalah sesuatu yang dikehendaki oleh sejumlah ekstremis Islam yaitu kelompok ISIS.









