Obama: AS 'tidak akan merasa diteror' akibat serangan massal California

Sumber gambar, AP
Presiden Barack Obama mengatakan Amerika Serikat "tidak akan merasa diteror" akibat kasus penembakan massal di San Bernardino, California.
"Kami kuat. Dan kami mampu bertahan," katanya dalam pidato radio mingguannya, sekaligus menambahkan bahwa "kemungkinan besar" dua pelaku penyerangan telah teradikalisasi.
Syed Rizwan Farook, 28, dan istrinya Tashfeen Malik, 29, melakukan serangan bersenjata yang <link type="page"><caption> menewaskan 14 orang</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/12/151202_dunia_california_penembakan" platform="highweb"/></link> sebelum akhirnya <link type="page"><caption> mereka ditembak mati</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/12/151203_dunia_pelaku_penembakan_california" platform="highweb"/></link> oleh aparat kepolisian.
FBI tengah menyelidiki penembakan massal ini <link type="page"><caption> sebagai "aksi terorisme"</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/12/151130_dunia_california" platform="highweb"/></link>.

Sumber gambar, Reuters
Kelompok militan Negara Islam atau ISIS pada Sabtu lalu dilaporkan memberikan pujian atas serangan bersenjata itu dan menyebut pelakunya sebagai "pendukung Negara Islam".
Tetapi dalam pernyataan resminya, yang disiarkan radio al-Bayan, kelompok Negara Islam tidak memberikan indikasi bahwa kelompok itu terlibat dalam serangan tersebut.
'Ideologi kebencian'
Dalam pidatonya, Barack Obama mengatakan: "Kita tahu kelompok Negara Islam dan kelompok teroris lainnya aktif mendorong orang-orang -di seluruh dunia dan di negara kita- untuk melakukan tindakan kekerasan yang mengerikan..."
"Kita semua -pemerintah, penegak hukum, masyarakat, pemimpin agama- perlu bekerja sama untuk mencegah agar masyarakat tidak menjadi korban ideologi-ideologi kebencian."

Sumber gambar, Reuters
Lebih lanjut, Gedung Putih mengatakan, sejauh ini telah dikonfirmasi bahwa tidak ada indikasi dua pelaku penyerangan adalah bagian dari "kelompok yang terorganisir".
FBI sejauh ini masih menyelidiki adanya laporan yang menyebutkan bahwa Tashfeen Malik telah menuliskan pesannya di Facebook bahwa dia berjanji setia kepada kelompok Negara Islam.

Sumber gambar, Getty
Kuasa hukum yang mewakili keluarga dua pelaku serangan di San Bernardino mengatakan kerabat mereka "sangat terkejut" atas penembakan tersebut.
Mereka mengatakan keluarga tidak memahami tindakan Syed Rizwan Farook dan Istrinya, Tashfeen Malik, yang mampu melakukan serangan tersebut.
Kuasa hukum memperingatkan menolak kesimpulan setelah FBI menyebutkan telah menyelidiki serangan sebagai sebuah "aksi terorisme".









