Obama bertekad mengatasi ancaman teror

Obama
Keterangan gambar, Obama: "KIta tidak bisa berbalik melawan satu sama lain dengan membiarkan perjuangan ini didefinisikan sebagai perang antara Amerika dan Islam."

Presiden Amerika Serikat Barack Obama menyampaikan pidato melalui televisi – yang sangat jarang dilakukannya – tentang penembakan San Benardino yang menewaskan 14 orang.

Ia mengatakan bahwa penyerangan itu adalah <link type="page"><caption> "aksi terorisme"</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/12/151130_dunia_california" platform="highweb"/></link> yang dirancang untuk membunuh orang-orang yang tidak bersalah.

Namun "kebebasan lebih kuat dari rasa takut," kata Presiden Obama, yang memperingatkan tangan-tangan ekstremis bermain dalam perpecahan masyarakat Amerika.

Ia juga mengatakan AS harus berupaya keras mempersulit para pelaku penembakan potensial untuk mendapatkan senjata.

Obama berjanji bahwa negaranya akan mengatasi ancaman terorisme yang berkembang, tetapi memperingatkan bahwa Amerika "tidak bisa berbalik melawan satu sama lain dengan membiarkan perjuangan ini didefinisikan sebagai perang antara Amerika dan Islam".

"Jika kita berhasil mengalahkan terorisme, kita harus meminta komunitas Muslim sebagai bagian sekutu terkuat kita, bukannya malah mencurigai dan membenci mereka," kata Obama.

Ia mengingatkan warga Amerika bahwa Muslim Amerika adalah bagian dari masyarakat AS.

"Dan, ya, mereka adalah orang-orang kita yang rela berkorban untuk membela negara. Kita harus ingat itu," katanya.

Presiden mengingatkan bahwa melawan balik komunitas Muslim Amerika adalah sesuatu yang dikehendaki oleh sejumlah ekstremis Islam yaitu kelompok ISIS.

Pasangan suami istri tersangka pelaku penembakan di Kota San Bernardino, California.

Sumber gambar, ABC NEWS AP

Keterangan gambar, Pasangan suami istri tersangka pelaku penembakan di Kota San Bernardino, California.

Obama mengatakan AS akan mengunakan "setiap aspek kekuatan Amerika" untuk memerangi kelompok ISIS.

"Militer kami akan terus memburu komplotan teroris di negara manapun bila itu diperlukan," katanya.

Ia menambahkan bahwa ada sejumlah hal yang bisa dilakukan untuk memerangi terorisme di dalam negeri.

Ia menyerukan pengawasan ketat dalam hal kepemilikan senjata dan telah memerintahkan Departemen Luar Negeri dan Keamanan Dalam Negeri untuk meninjau program bebas visa yang digunakan oleh penyerang wanita di San Bernardino.

Ini adalah pidato kepresidenan Obama ketiga - yang biasanya ditayangkan untuk kepentingan nasional.

Penyelidikan tengah berlangsung

Pidato Obama ini adalah sebagai reaksi atas aksi <link type="page"><caption> penembakan massal yang dilakukan oleh pasangan suami istri</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/12/151203_dunia_san_bernardino" platform="highweb"/></link> dan menewaskan 14 orang.

Dua orang penembak, Syed Rizwan Farook, 28 tahun, dan istrinya Tashfeen Malik, 29 tahun, tewas dalam baku tembak dengan polisi.

Dalam sambutannya, Presiden menggarisbawahi kelompok ISIS sebagai "penjahat dan pembunuh", dan menambahkan: "Ancaman terorisme adalah nyata, tapi kami akan mengatasinya"

Kelompok itu mengatakan dalam sebuah siaran radio bahwa pasangan yang melakukan serangan tersebut adalah pendukung ISIS, namun tidak ada indikasi bahwa ISIS terlibat dalam rencana penembakan itu.

Biro Investigasi Federal (FBI) juga menemukan adanya sejumlah laporan Malik yang dimuat dalam pesan Facebook yang berjanji setia kepada IS sewaktu serangan itu dilancarkan.